ASAHAN - Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj melalui tim Sat Narkoba berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu sebanyak 20 Kg dan 40 ribu pil ekstasi. Jumlah tersebut ditaksir mencapai 30 Milyar.

Demikian disampaikan AKBP Roman dalam konferensi pers di halaman Mapolres Asahan, Selasa (11/4/2023)

Sebanyak 4 pelaku yang berhasil diamankan berinisial, FJ (33) DL (41), MY (51) dan H alisa T (41) masing-masing warga Kota Tanjungbalai. Ke-4 nya ditangkap dari lokasi yang berbeda.

AKBP Roman Smaradhana Elhaj menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berdasarkan informasi yang didapat personel Sat Narkoba Polres Asahan.

"Akan ada masuk narkoba dari perbatasan perairan Malaysia menuju Indonesia tepatnya Bagan Asahan," ucap Kapolres menirukan informasi yang disampaikan tersebut.

"Pada tanggal 30 Maret 2023 personel Sat Narkoba Polres Asahan memperoleh informasi bahwa ada kapal yang membawa narkoba jenis sabu dan pil ekstasi dari perairan Malasyia menuju perairan Bagan Asahan, dan personel langsung melakukan penyelidikan dan ternyata ditemukan adanya kapal yang membawa narkoba," kata Roman didampingi Forkopimda Asahan.

Adapun kronologi penangkapan, pada saat di Bagan Asahan personel tidak langsung melakukan penangkapan namun personel melakukan pengintaian serta mengikuti FJ dan DL yang menaiki sepeda motor menuju arah Medan. Sampai di Deli Tua langsung dilakukan penangkapan terhadap pelaku FJ di rumah kontrakannya.

"FJ ditangkap di rumah kontrakannya di Deli Tua Kabupaten Deli Serdang dengan barang bukti yang berhasil diamankan sabu-sabu 20 bungkus dengan berat 1 Kg per bungkus jadi ditotal 20 Kg dan pil ekstasi delapan bungkus atau 40 ribu butir," jelasnya.

Lalu dilakukan pengembangan, bahwa narkoba itu dibawa dari Sei Apung Bagan Asahan bersama dengan rekannya DL yang pada saat itu sempat melarikan diri.

"Pelarian DL kandas sehingga berhasil ditangkap pada keesokan harinya. FJ dan DL dipertemukan untuk dilakukan lagi pengembangan. Hasil interogasi mereka berdua mendapat perintah dari MY untuk menjemput barang haram tersebut dari Sei Apung Bagan Asahan," jelasnya.

Setelah dilakukan pengembangan, tim Sat Narkoba Polres Asahan berhasil menangkap H alias T dan MY yang berperan sebagai penghubung untuk menjemput narkoba dari Sei Apung Bagan Asahan.

"T dan MY berperan sebagai penghubung antara pemilik narkoba yang ada di Malaysia sedangkan tekong yang menjemput narkoba dari perairan perbatasan melarikan diri dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," kata Roman.

Menurut keterangan dari FJ dan DL mereka mendapat upah Rp 100 juta. Dengan rincian, FJ diberikan upah Rp 35 juta serta DL mendapat Rp 65 juta.

"Ini merupakan jaringan internasional dimana barang haram tersebut dari Malaysia dan rencana barang haram ini akan dijual di wilayah Medan dan luar Medan, serta ke empat pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka," jelasnya.

Saat ini ke empat pelaku kenakan pasal seperti FJ pasal 112 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Tersangka DL dipersangkan 114 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.

Pasal yang sama juga disangkakan kepada tersangka H dan MY.

Kapolres Asahan AKBP Roman Smaradhana Elhaj bersama Forkopimda memperlihatkan barang bukti berupa sabu dan ekstasi.