Siantar, hetanews.com- Beberapa hari menjelang lebaran, Kasat Lantas Polres Siantar AKP Gandi Yudanto terlihat berdebat dengan pengusaha tenda dan penanggung jawab kegiatan yang telah membandel dan terkesan melawan hukum, yakni mendirikan tenda di badan jalan Simanuk-Manuk, Teladan, Siantar Barat, tanpa adanya ijin yang dikeluarkan Polres.

Karena itu, AKP Gandi Yudanto pun bertindak tegas dan akan memanggil semua pihak yang membandel pada saat kejadian untuk dimintai keteranngan sesuai prosedur yang berlaku di mata hukum. Karena menurutnya, telah ada pelanggaran yang terjadi.

"Kami sudah pernah memberi tahu secara tertulis kepada seluruh pengusaha persewaan tenda agar tidak mendirikan tenda di jalan, yang tidak ada ijin dari instansi terkait. Dan, bila tetap didirikan Kepolisian akan membongkar dan menyita tenda tersebut,karena bila tidak di bongkar, akan merugikan masyarakat lain," tegas Kasat Lantas.

Bukan hanya itu, pihak kepolisian pun telah melakukan pemberitahuan kepada Satpol PP tetapi tidak ada tindakan, jadi tidak ada salah bila kali ini pihak kepolisian yang akan bertindak tegas. "Saya juga sudah sampaikan kepihak satpol PP tapi mereka tidak bertindak. Saya tetap akan memanggil para pengusahanya untuk diproses," imbuhnya.

Hal ini dilakukan tindakan tegas karna tidak ingin kemacetan selalu terjadi diakibatkan tindakan semena-mena dari oknum, padahal semua pihak telah mengoptimalisasikan jalanan dan melakukan rekayasa agar tidak terjadi kemacetan dan hal-hal yang tidak diinginkan.

Sharul Pane, selaku lurah di kelurahaan Teladan juga membenarkan bahwa para pengusaha yang mendirikan tenda di badan jalan itu belum memiliki ijin darinya. "Kalau ijinnya dari saya belum ada, tapi kalian tanya aja sama pihak kebun binatangnya, apakah ada ijin dari mereka," ucapnya seolah ingin melempar tanggung jawab.