SIANTAR, HETANEWS.com - Mantan anggota Polri, Endy Syawaluddin Silalahi (50) warga Jalan Siatas Barita Ujung, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar divonis 10 tahun denda 1 M subsider 3 bulan penjara disidang Pengadilan Negeri Pematang Siantar, Kamis (16/2/2023).

Ia divonis lebih ringan daripada tuntutan jaksa oleh majelis hakim diketuai Renni P Ambarita. Sebelumnya, jaksa menuntut hukuman 12 tahun penjara denda Rp 2 Milyar. Jika denda tidak dibayar diganti hukuman penjara 1 tahun.

Bandar Narkoba itu dihukum terpisah dengan kurirnya MS Hidayat (35) warga Jalan Padang Sidempuan Kelurahan Timbang Galung Siantar Barat. Hidayat divonis 5 tahun penjara denda 1 Milyar subsider 3 bulan.

Sebelumnya, JPU Robert O Damanik menuntut hukuman 6 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan penjara.

Kedua terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Dari terdakwa Endy disita Barang bukti sebanyak 14 paket sabu seberat 125,81 gram dan 1 ½ butir Pil Ekstasi warna hijau. Juga 2 buah timbangan digital, hape dan uang hasil penjualan narkotika Rp 1,5 juta. Sedangkan dari terdakwa MS Hidayat disita sabu seberat 1,54 gram.

Berawal dari penangkapan MS Hidayat pada Sabtu, 27 Agustus 2022 di Gang Pondok Lembu Jalan Padang Sidempuan Siantar Barat yang menjual sabu. Lalu ia ditangkap dan mengakui jika sabu milik Endy Silalahi dijual dengan sistem Laku Bayar.

Sebelumnya, Hidayat menelpon Endy jika sabu sudah habis terjual dan ingin mengambil barang lagi. Lalu Hidayat menemui terdakwa Endy di Hotel Batavia Jalan Gereja menyetor uang hasil penjualan sebelumnya Rp 1,8 dan mengambil 3 gram sabu lagi.

Berdasarkan pengakuan Hidayat, Polisi berhasil menangkap Endy dari halaman hotel Batavia Jalan Gereja. Hidayat mengakui sudah 4 kali menjualkan sabu miliknya dengan harga Rp 800 ribu/gram.

Sedangkan Endy mengaku memperoleh sabu dari Wak Dul. Para terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Dian Morris Nadapdap dari Posbakum PN Siantar.