SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Akim Ambarita (22) warga Dolok Parmonangan Nagori Pondok Buluh Kecamatan Panribuan, terbukti merencanakan pembunuhan.

Ia dituntut jaksa selama 17 tahun, karena terbukti melanggar pasal 340 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) KUH Pidana.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa melalui pengacara Josia Manik dari LBH PK di Posbakum PN Simalungun akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis.

"Untuk nota pembelaan akan kita sampaikan di sidang Selasa (31/1/2023)," kata Josia kepada wartawan Rabu (25/1/2023) di Pn Simalungun.

Akim bersama SS (sudah dihukum) terbukti membunuh korban Rudolf Theofinus Situmorang. Pembunuhan itu dilakukan terdakwa bersama SS (15) pada Jumat 14 Oktober 2022 pukul 21.00 Wib di jembatan Bah Kisat.

Malam itu korban dan terdakwa sama-sama minum tuak di kedai boru di Simpang Palang Pondok Buluh Kecamatan Dolok Parmonangan Simalungun. Hanya gara-gara lagu di musik karaoke, korban dan terdakwa bertengkar.

Bahkan korban mengajak terdakwa untuk berduel di jembatan bah Kisat. Dengan mengatakan " Kau tunggu aku di Titi bah Kisat, kalau kau jago," ancam korban sambil melemparkan mancis ke arah terdakwa.

Sekira pukul 23.30 Wib, terdakwa SS dan terdakwa Akim Ambarita sudah merencanakan akan menghabisi korban, lalu berangkat lebih awal dan menunggu korban di jembatan dimaksud.

Melihat korban sudah bergerak dengan mengendarai sepeda motornya, lalu disetop oleh kedua terdakwa."Oi kesini kau" ucap terdakwa SS yang sudah mempersiapkan sepotong kayu bulat.

Dengan cara memukul bagian tubuh dan kepala korban secara bergantian, korban akhirnya tewas dengan luka di sekujur tubuhnya.Terdakwa Akim Ambarita kembali memukul bagian kepala korban walau korban sudah tidak bergerak lagi.

Hal yang memberatkan terdakwa menurut jaksa Barry Sugiharto SH, perbuatan terdakwa sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan luka yang sangat mendalam bagi keluarga korban.

Persidangan dipimpin majelis hakim diketuai Golom Silitonga, akan digelar kembali pada Selasa (31/1/2023) mendatang. Dengan agenda pledoi.