Pada 15 Oktober 2022, Elipitua Siregar (25 tahun) membunuh kakaknya, Marganti Siregar (45), di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) Sumatera Utara.

Elipitua menghabisi nyawa kakaknya karena mengusir Riana Sinaga (ibu Elipitua dan Marganti) yang sedang sakit dari rumahnya.

Ada fakta baru terkait peristiwa tersebut. Ternyata Elipitua Siregar merupakan atlet Mixed Martial Arts atau MMA.

"Iya benar (Eliptua) pemain MMA dan kasusnya sudah tahap 2 ke JPU, mungkin sudah sidang itu," kata Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Barimbing, Selasa (24/1).

Di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tarutung, kasus ini sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi. Sidangnya dijadwalkan hari ini.

Dalam dakwaan disebut peristiwa pembunuhan terjadi 15 Desember 2022 di rumah ibu Elipitua, di Desa Silali Toruan, Kecamatan Muara.

Awalnya Elipitua sedang minum kopi bersama teman-temannya. Tidak berapa lama, Marganti mendatanginya. Mereka sempat saling sapa.

"Terdakwa menanyakan perihal tentang orang tua mereka dengan berkata, 'Kenapa kau usir mama itu bang, mama udah sakit-sakitan'. Bahwa mendengar perkataan terdakwa, selanjutnya korban Marganti Siregar menjadi emosi," tulis dakwaan.

Marganti mendorong Elipitua hingga terjatuh. Saat itu Elipitua melihat gagang kampak, lalu memukul kepala belakang Marganti satu kali.

Marganti lalu terjatuh dengan posisi tengkurap. Selanjutnya Elipitua memukul punggung belakang Marganti tiga kali dan bagian kepala satu kali. Marganti tewas saat itu.

"Setelah melakukan perbuatan tersebut selanjutnya terdakwa lari meninggalkan lokasi kejadian sambil menangis dan menjumpai ibu terdakwa yang saat itu sedang berada di rumah." - Dakwaan

Pelaku langsung menyerahkan diri kepada polisi. Elipitua didakwa Pasal 338 KUHPidana dan Pasal 351 ayat 3 KUHP.

  • Profil Eliptua Siregar

Dari data yang dihimpun, Elipitua merupakan pertarungan MMA berdarah Batak yang lahir 26 April 1996 di Tapanuli Utara. Sebelum menjadi petarung, Elipitua dikenal sebagai pembuat onar karena sering berkelahi di kampungnya.

Dia sempat pergi ke Jakarta untuk tinggal bersama pamannya. Di sana, dia belajar gulat dan kerap menjuarai kejuaraan gulat tingkat nasional.

Laga debut Elipitua di MMA terjadi pada Mei 2018. Saat itu dia menang melawan petarung bernama Dodi Mardian. Dia lalu bergabung dengan klub Bali MMA.

Selama kariernya Elipitua telah mengoleksi 5 kali kemenangan dan mengalami 2 kali kekalahan.

Ketika bertanding Eliptua dijuluki petarung berjuluk 'The Magician'. Setiap bergulat Elipitua kerap memberikan kejutan kepada lawannya.

"Saya bisa masuk dengan gerakan striking, tapi tiba-tiba lawan ada di ground, atau saya bisa mulai takedown tapi tiba-tiba lawan melayang dilempar, jadi memang mirip sulap," ujar Eliptia pada dikutip dari akun resmi ONE Championship di kumparan.

Baca juga: Keganasan Atlet MMA Elipitua di Luar Ring: Bikin Abang Kandung Tewas