JAKSEL, HETANEWS.com - Terdakwa Putri Candrawathi meminta belas kasih kepada majelis hakim agar mendapat keringan dalam vonis. Dia beralasan memiliki empat anak yang harus dirawat.

Permohonan belas kasih Putri kepada hakim ini tertuang dalam nota pembelaan atau pleidoi atas tuntutan delapan tahun jaksa penuntut umum (JPU), dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Saya memohon kepada yang mulia untuk berbelas kasih kepada saya, untuk anak-anak saya yang selama berbulan-bulan menghadapi berita-berita yang kurang baik terhadap kedua orang tuanya," ujar Putri Candrawathi saat bacakan pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (25/1).

Putri sempat terisak dan terdiam sesaat ketika menyinggung kondisi anak-anaknya yang ikut terpukul karena kasus Brigadir J. Putri pun memberi judul pleidoinya menyinggung soal anak, 'Jika Tuhan Mengizinkan, Saya Ingin Kembali Memeluk Putra-putri Kami'.

"Saya ingin menjaga dan melindungi anak-anak kami, mendampingi mereka, dan kembali memeluk mereka serta menebus segala kegagalan saya sebagai seorang ibu," ujar Putri Candrawathi.

Tak lupa, Putri juga turut mengucapkan permintaan maaf kepada anak-anaknya dan berharap bisa diberikan semangat untuk menghadapi perkara ini. Dia juga meminta doa agar dirinya dan Sambo bisa kembali berkumpul bersama anak-anaknya.

"Doakan Papa dan Mama Nak, semoga bisa segera pulang menemui kalian dan kembali menjadi orang tua yang baik bagi kalian semua. Dari balik tahanan, mama dan papa juga terus mendoakan dan memohon pada Tuhan agar tidak pernah lagi meninggalkan kalian, di waktu terbaik kalian menjadi hidup sebagai orang dewasa," tuturnya.

"Tuhan maafkan saya; berikan Saya kesempatan sebagai orang tua untuk menjalankan tugas sebagai seorang ibu. Tuhan, mampukan saya menjalani ini semua, dan kiranya keadilan-Mu saja yang hadir di situasi yang sangat sulit ini," tambah dia.

Putri lantas mencoba menggugah kebijaksanaan majelis hakim. Berharap majelis mempertimbangkan semua fakta yang terungkap di persidangan untuk menjatuhkan putusan yang adil terhadapnya.

"Izinkan saya mengetuk pintu hati Yang Mulia majelis hakim, mengharapkan Yang Mulia dapat secara jernih melihat fakta-demi fakta, bukti demi bukti yang muncul di sidang ini, mengharapkan Yang Mulia arif dan bijaksana," harapnya.

Sebelumnya, Jaksa meminta majelis hakim menghukum istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, 8 tahun penjara atas pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara 8 tahun dipotong masa tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan," ujar jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta, Rabu (18/1).

Jaksa menilai, Putri Candrawathi terbukti meyakinkan bersama-sama melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Jaksa mengatakan, seluruh unsur dalam Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat ke-1 telah terpenuhi berdasarkan hukum.

Dengan demikian, dakwaan subsider tidak perlu dibuktikan. Ia dinilai ikut dalam perencanaan pembunuhan Brigadir J dan tidak berusaha mengingatkan dan menghentikan niat suaminya yang sudah didampingi puluhan tahun hingga menjadi pejabat Polri.

Baca juga: Putri Candrawathi Dituntut 'Ringan', Lagi-lagi Jaksa Bikin Keluarga Yosua Kecewa