HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo berencana mengunjungi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada Februari 2023. Jokowi akan memeriksa progres pembangunan ibu kota baru.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kunjungan Jokowi bulan depan untuk memastikan semua progres sesuai rencana. Apalagi akan ada kunjungan investor ke IKN pada Juli 2023.

Basuki mengatakan investor akan disuguhi hasil pengembangan lahan dan konektivitas darat di IKN saat tiba di Nusantara. Total lahan yang disiapkan untuk para investor mencapai 700 hektar.

"Sebentar lagi mau cek yang Februari beliau Presiden Jokowi bisa ke sana atau nggak. Belum ada kendala dalam konstruksi," kata Basuki di Outlet Sodetan Sungai Ciliwung, Selasa (24/1).

Sebelumnya, Satuan Tugas atau Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara menargetkan pengembangan lahan di IKN rampung pada kuartal II-2023.

Jadwal tersebut bertepatan dengan rencana Jokowi membawa beberapa investor ke IKN Nusantara pada kuartal III-2023. Pengembangan lahan adalah pembagian lahan sesuai dengan rencana konstruksi sebelum pembangunan dilakukan.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara, Danis Sumadilaga, mengatakan saat ini pengembangan lahan dilakukan di kawasan 1A Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP IKN Nusantara dengan luas 700 hektare.

"Kalau yang 1A itu investasi jangka pendek, misalnya rumah ASN yang bekerja sama dengan konstruksi," kata Danis di Balikpapan, Sabtu (14/1).

Rusun pekerja proyek IKN di Kalimantan Timur. Foto: Andi M. Arief. (Antara)

Sebagai informasi, total ASN yang akan dimutasi hingga 2024 sekitar 17.000 orang, sedangkan APBN baru mampu membangun hunian untuk 7.755 ASN. Artinya, masih ada sekitar 10.000 ASN yang harus mendapatkan tempat tinggal.

Jokowi juga telah memerintahkan PUPR untuk mengombinasikan sumber pendanaan perumahan ASN antara anggaran negara dengan investasi swasta. Oleh karena itu, Danis telah merencanakan pembangunan 102 menara rusun lainnya dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU.

Saat ini, telah ada tiga investor yang telah mendapatkan lampu hijau, yaitu PT Summarecon, Korea Land & Housing Corporation, dan CCFG-RBN. Ketiga investor tersebut akan membangun rusun tempat tinggal ASN di area 1A dalam KIPP IKN Nusantara.

Seperti diketahui, CCFG-RBN mendapatkan alokasi pembangunan rusun terbanyak atau 60 menara, sedangkan alokasi terkecil dimiliki Summarecon atau hanya 6 menara. Sementara itu Korea Land & Housing Corporation berencana membangun 23 menara rusun dengan kapasitas 1.104 unit.

Pemerintah juga masih mencari mitra untuk membangun delapan menara rusun di bagian utara ara 1A KIPP dan lima menara di bagian barat. Ukuran terkecil dalam unit rusun yang akan didapatkan ASN tersebut adalah 98 meter persegi.

Sumber: katadata.co.id