HETANEWS.com - Petarung Mixed Martial Arts (MMA), Elipitua Siregar ditangkap atas kasus pembunuhan abang kandungnya sendiri. Karier gemilangnya di MMA harus kandas akibat aksi kejinya itu. Bagaimana sebenarnya sepak terjang Elipitua di MMA?

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikSumut, Selasa (24/1/2023), Elipitua lahir pada 4 April 1996 silam di Tapanuli Utara. Elipitua merupakan petarung MMA dengan latar belakang olahraga gulat dan sambo.

Sebelum berkarier di MMA, Elipitua diketahui pernah menjadi atlet gulat di Jakarta dan pada tahun 2018, dia kemudian beralih ke MMA. Dia mengawali kariernya dengan melawan Dodi Mardian di One Championship pada Mei 2018, dan berhasil menang.

Elipitua diketahui tergabung dalam tim MMA Bali, oleh sang pelatih dia diberi nama julukan 'The Magician' atau pesulap. Hal itu karena gerakan-gerakannya yang sulit ditebak kala bertarung di atas ring.

Atlet Pro MMA, Khabib Nurmagomedov merupakan sosok idola Elipitua. Dia sempat meminta foto bareng Khabib menjadi salah satu bonus kemenangannya kala bertarung di Singapura pada awal 2022 silam.

Selama berkarier di MMA, dalam kurun waktu 2018 hingga 2022, Elipitua naik ring sebanyak tujuh kali. Dengan catatan lima kali menang dan dua kali kalah.

Di laga awal, Elipitua langsung meraih kemenangan kala melawan Dodi Mardian pada 12 Mei 2018. Di laga kedua, The Magician kembali menang atas Soda Phat pada September 2018.

Dalam catatan, Elipitua terakhir kali naik ring pada 20 Mei 2022 silam melawan Robin Catalan. Saat itu Elipitua berhasil menang atas atlet asal Filipina tersebut.

Namun sayang, karier cemerlangnya di MMA harus pupus kala Elipitua terjerat kasus pembunuhan abang kandungnya sendiri. Pembunuhan itu terjadi pada 15 Oktober 2022 yang lalu.

"Iya benar (Elipitua Siregar adalah petarung MMA)," kata Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, Selasa (24/1/2023).

Kasus pembunuhan ini terjadi pada Oktober yang lalu. Saat ini Elipitua sedang dalam proses persidangan.

"Berkasnya sudah di JPU, mungkin sudah sidang," sebutnya.

Kapolres Taput AKBP Johanson Sianturi mengatakan peristiwa ini berawal saat korban mendatangi pelaku yang sedang duduk-duduk di depan rumahnya. Setelah berada di posisi yang dekat, korban kemudian bertanya soal kompor gas yang diambil oleh pelaku.

"Lalu pelaku menjawab 'itu barang mamaku'," ucap Johanson dalam keterangannya, Minggu (16/10/2022).

Mendengar jawaban pelaku itu, korban kemudian turun dari sepeda motornya dan mengajak pelaku berkelahi. Awalnya pelaku tidak membalas ketika dipukul oleh korban.

"Namun perlakuan abang (korban) sudah kelewat batas dan sudah berencana mau mengambil parang. Lalu pelaku emosi dan mengambil gagang kapak yang saat itu ada di tempat kejadian dan memukul kepala korban dari belakang," sebut Johnson.

Meski korban sudah terjatuh, pelaku tetap memukulinya hingga tewas.