SIMALUNGUN - Anggota DPR dari Fraksi PDIP Djarot Saiful Hidayat merayakan HUT Ke-50 PDIP sekaligus perayaan ulang tahun Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri di Pesanggrahan Parapat , Senin (23/1/2023).

Pada kesempatan ini, Djarot mengatakan monumen Bung Karno akan segera dibangun di Pesanggrahan untuk mengenang jasa founding father RI, sekaligus sebagai objek wisata sejarah di kawasan Danau Toba Simalungun.

Kehadiran Djarot didampingi oleh Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP Mangapul Purba, Ketua DPC PDIP Simalungun Sarmin Girsang dan Ketua Bapilu PDIP Simalungun Maraden Sinaga.

Adapun rangkaian acara pembagian makanan sehat kepada ibu hamil dan sembako. Selain itu kedatangan Djarot di Parapat direncanakan melakukan penanaman pohon dan temu ramah kepada pelaku UMKM di Parapat.
Disampaikan Anggota DPR RI dari Dapil Sumut III ini, pembangunan Tugu Monumen Soekarno ini bertujuan untuk mengenang sejarah.

Proklamator itu pernah menjalani pengasingan di Parapat, mulai 4 Januari 1949. Bung Karno, bersama dua rekan seperjuangannya, Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI) dan Haji Agus Salim, lebih dulu dibuang ke Berastagi, Kabupaten Karo dan ditahan sekitar 10 hari.

Ketiganya kemudian diasingkan lagi ke kawasan tepi Danau Toba, tepatnya di Parapat.

Rumah pengasingan itu dibangun Belanda pada tahun 1820. Rumah berukuran 10 x 20 meter dengan arsitektur bergaya Eropa tersebut berdiri kokoh di atas lahan seluas dua hektar yang sekarang menjadi heritage atau objek wisata sejarah.

Ketua Fraksi PDIP Sumut, Mangapul Purba, mengatakan pembangunan Tugu Bung Karno akan segera dimulai pada Bulan Maret mendatang.

"Saat ini sudah memasuki tahap penyusunan engineering desain dan sudah ditampung dalam APBD Sumut dan sedang dalam proses tender, sehingga diharapkan pada tahun 2024 sudah rampung dalam bentuk fisik," ujar Mangapul.

Adapun monumen Bung Karno merupakan harapan PDIP yang diamanatkan oleh Ketum Megawati agar kader Partai dan Masyarakat tidak melupakan sejarah.