JAKARTA, HETANEWS.COM - Sejak dinyatakan bersalah dengan Putusan Pengadilan Jakarta Selatan dan diperkuat dengan Putusan Bandung, Alvin Lim Narapidana itu tidak merasa kapok dan selalu melanggar ketentuan hukum, Saddan Sitorus, sangat menyayangkan sikap dan tidakan kalapas Salemba yang tidak memberikan kontrol ketat terkait narapidana yang bebas memakai seluler.

Dijelaskan Saddan, beberapa kali ketika menjenguk Alvin Lim di Lapas salemba melihat dengan sangat jelas bahwa Alvin menggunakan Handphone, dan terbukti sekali sudah pernah disita dan sekarang masih menggunakan menggunakan.

"Alvin Lim itu bukan manusia yang taat hukum, berbagai cara selalu dia melanggar ketentuan hukum, saya punya bukti percakapan bagaimana dia berkomunikasi kepada orang-orang internal LQ, dia pernah menggunakan nama di WhatsApp atas nama Batman , sekarang HSU-JANE. ini kalapas yang dia tipu atau kalapas membiarkan narapidana ini secara leluasa main hp, miris kalau benar begitu" Ujar Saddan dengan rasa kesal

"Alvin Lim selalu mengintruksikan membuat konten-konten untuk menghujat institusi penegakan hukum, dan dia peralat anak kecil, dan disayangkan ini harus dipantau KPAI, anak dibawah umur, dan perlu di ditegaskan ini bukan lagi dalam rangka membela bapak dipenjara tetapi menjalankan misi untuk kepentingan pribadi dia, dan atas kesemua itu Kalapas Salemba harus bertanggungjawab, bebas pakai hp itu kesalahan fatal, saya akan buat aduan ke kementrian Hukum dan Ham, " jelasnya

Menurut Saddan, apabila aktivitas Alvin Lim tidak dikawal ketat maka bisa menimbulkan preseden buruk bagi penegakan hukum, terbukti lagi bahwa video-video YouTube mengatas namakan Quetient TV itu diisi oleh anak-anak sekolah menengah tetapi berbicara tentang hukum

"Alvin Lim itu selalu memberikan dampak buruk bagi penegakan hukum, dia bilang polisi mafia hukum, kejaksaan sarang mafia dan banyak lagi dia bilang mafia, padahal dia sendiri lagi menceritakan dirinya sendiri, orang seperti harus ditindak tegas, apalagi sekarang ada kasasi, dia itu sudah kalah dua kali dalam proses hukum dan sekarang upaya kasasi hati-hati terhadap narapida ini, dia jelekin institusi penegak hukum ternyata malah terbukti mafia sebenarnya, lihat saja ada putusan pidana dia pelaku tindakpidana, " kata Saddan dengan tegas

Masyarakat harus memahami dan mengerti sosok narapidana Alvin Lim, kasus pidana yang terbukti itu bukan karena vokal melawan institusi tetapi dia adalah pelaku tindak pidana, dan ini kasus dia sebelum jadi advokat" Jadi jangan salah kaprah masyarakat, sosok ini narapidana, sudah terbukti, bagaimana mungkin orang dalam penjara bisa atur kasus atau mendampingi kepentingan Klien, sangat ironi, " tegas Saddan

Saddan juga mempertanyakan kredibilitas organisasi advokat Alvin Lim saat ini, dan mempertanyakan hasil ujian dan magang beliau ketika sebelum menjadi advokat, " Setahu saya ini orang advokat tetapi tidak ada organisasinya, dan tantang beliau dimana dia magang waktu sebelum dilantik advokat karena itu sarat mutlak, yang benar saya, baru lulus kuliah, langsung jadi advokat, " tuturnya.

Lanjut Saddan, menyarankan agar Alvin Lim bertanggungjawab dengan setiap kasus yang akan dia jalani, dan tidak mangkir-mangkir dengan alasan sakit, karena ini sangat mencoret sistem penegakan hukum di Indonesia, " Dia gembar-gembor keluar lapas bulan februari, dia juga bilang Institusi kepolisian, Kejaksaan dan Kehakiman takut dengan sosok Alvin Lim, kita lihat saja apakah benar perkataan mulut dengan nyalinya menghadap persoalan hukum, catatan agar penegakan hukum tetap awasi dia, biasanya dia akan melancarkan aksi-aksi ekstrem untuk dia kelihatan sakit, ini perlu dipantau, apalagi kalau istri dan anak serta siapapun yanh kunjungan lapas, perlu diperiksa detail bawaannya, termasuk paling penting Handphone, " Kata Saddan
[21/1 12.45] DonJuan: Izin menambahkan bang,

Saddan menegaskan bahwa terhitung 18 Jam 2023 tidak lagi merupakan kepala cabang dan outsorch di kantor LQ Indonesia Law Firm. ini diberitahukan agar Klien-klien mendapatkan informasinya.