SIANTAR, HETANEWS.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematang Siantar R Leoni Manullang, Vivi Indrasusi Siregar dan Febriani menyebutkan, jika Ihut Rihensius Malau ikut sebagai tersangka.

Sebagai orang yang turut serta melakukan tindak pidana. Hal itu terungkap dalam sidang Rabu (18/1/2023) di PN Siantar.

"Akibat perbuatan, tandatangan saudara maka timbullah perkara ini. Seharusnya anda juga dijadikan tersangka," tegas hakim Manullang.

Ihut Rihensius Malau sebagai Kepala desa (Kades) Huta Namora Pangururan terbukti menanda tangani surat keterangan ahli waris yang dibuat terdakwa Asi Malau (49) warga Kabupaten Bangka Selatan.

Hal itu dibenarkan pengacara Erwin Purba dan Dian Morris Nadapdap ketika ditanya hetanews, Kamis (19/1/2023) di ruang Posbakum.

Sebagaimana disebutkan dalam dakwan JPU Heri Santoso, terdakwa Asi Malau mengalami kesulitan ekonomi dan berinisiatif menjual rumah warisan alm.Wilson Malau dan alm.Esta Simbolon. Rumah dan tanah tersebut terletak di Jalan Bah Biak Kanan Kelurahan Sigulang Gulang Siantar Utara.

Setelah mencari tahu apa saja yang dibutuhkan, ia membuat surat keterangan waris di sebuah warnet yang menjelaskan bahwa ia merupakan ahli waris satu satunya.

Lalu meminta bantuan saksi Limau Malau (Paman nya atau Uda dalam hubungan saudara suku Batak) di Samosir agar mau menjadi saksi. Terdakwa pun berangkat ke Pangururan, Samosir dan membawa surat tersebut.

Kemudian surat tersebut ditandatangani Kades Huta Namora dan Camat. Setelah mendapatkan surat tersebut, ia mengajukan permohonan ke BPN Siantar di jalan Dahlia.

Setelah hampir satu tahun atau sekitar 30 Oktober 2014, terbitlah SHM (Sertifikat Hak Milik). Ia pun menjual rumah dan tanah kepada saksi Hitler Panjaitan seharga Rp.200 juta.

Akibat perbuatan terdakwa yang merupakan anak ke-5, saksi korban Sellina Malau dan Runna Malau yang juga merupakan ahli waris merasa keberatan dan dirugikan senilai Rp 5 Miliar.

Terungkap dalam persidangan, saksi Kades Huta Namora mengatakan tidak membaca secara rinci surat keterangan waris atas nama terdakwa yang sudah ditandatangani nya itu. Alasannya, sedang ada di pesta dan diteken saja.

Persidangan selanjutnya akan didengar keterangan saksi dari BPN. Terdakwa Asi Malau dipersalahkan melanggar pasal 263 (2) KUHP. Dengan ancaman paling lama 6 tahun.