HETANEWS.com - Ismath Jamaluddin mengaku 932 berlian dalam duburnya itu adalah titipan sang bos. Namun aksinya terungkap saat mendarat di Bandara Ngurah Rai Bali.

Ismath Jamaluddin Haja Moideen terbang dari Bandara Suvarnabhumi International Airport, Thailand menuju Bandara Ngurah Rai, Bali. Tidak seperti penerbangan biasanya, mungkin sepanjang perjalanan Ismath perlu mencari posisi duduk yang nyaman.

Bukan tanpa alasan, ada sekitar 932 belian yang dia sembunyikan di anusnya. Seluruh berlian dia masukkan dalam tujuh plastik klip, yang semuanya dimasukkan dalam kondom.

Penerbangan pada 15 Oktober 2022 itu berjalan lancar. Sesampainya di Bandara Ngurah Rai, Ismath mencoba memutar otak untuk bisa lolos dari pemeriksaan. Namun petugas melihat ada gelagat yang mencurigakan.

Untuk memastikan dugaannya, petugas bandara memeriksa Ismath menggunakan rontgen abdomen dengan X-ray. Muncullah tanda apabila Ismath menyimpan sesuatu di dalam anusnya. Petugas kemudian mendapati berlian seberat 40,73 karat di anus pria berusia 48 tahun ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Imran Yusuf, mengatakan upaya penyelundupan berlian oleh Ismath merupakan perintah dari bos yang bersangkutan. Ismath berprofesi sebagai akuntan. "Tujuan tersangka memasukkan berlian ke dalam anus tersebut adalah perintah dari bos tersangka, dengan tujuan nantinya berlian itu akan dijual untuk relasi bos tersangka di Bali," kata Imran, dikutip dari CNN Indoensia.

Imran juga menjelaskan apabila penyidik sudah menyerahkan tersangka beserta barang bukti dengan perkara kepabeanan kepada jaksa penuntut umum. Kemudian jaksa memiliki waktu 20 hari untuk melakukan penahanan.

Ismath diduga melanggar ketentuan Pasal 102 huruf e Jo. Pasal 103 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17, Tahun 2006, tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10, Tahun 1995 tentang kepabeanan dengan barang bukti berupa ratusan butir berlian.

"Yang diterima oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang termuat dalam surat perintah penunjukan JPU untuk penyelesaian perkara tindak pidana (P-16A)," katanya.

Masih berhubungan dengan warga negara India dan berlian, pada 2008 juga pernah terjadi upaya penyelundupan. Warga India berinisal SH berusia 45 tahun terbang dari Kuala Lumpur menuju Bandara Soekarno-Hatta. Berbeda dengan Ismath yang memasukkan berlian ke anus, SH lebih memilih menelan berlian yang jumlahnya ratusan butir.

Sedari keluar pesawat, petugas sudah curiga dengan gerak-gerik SH yang ternyata bagian dari sindikat perhiasan di Asia. Saat petugas memeriksa tubuh SH dengan mesin X Ray dan Rontgen, terlihat barang aneh berada di dalam perut pelaku.

Tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Usada Insani Tangerang kemudian mengeluarkan barang aneh itu. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai petugas tahu apabila ada berlian yang dibungkus dengan karet latek. Ratusan berlian terbagi dalam lima bagian karet.

Sumber: vice.com