SERGAI,HETANEWS.com - Tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri membongkar jaringan sindikat narkoba antarprovinsi di berbagai tempat yang ada di Sumatera Utara.

Dalam pengungkapan kali ini, petugas mengamankan enam orang pelaku.

Keenam pelaku ditangkap dari lokasi berbeda.

Keenamnya merupakan dua warga Provinsi Aceh, tiga warga Kota Medan dan satu warga Kabupaten Sergai, Sumatera Utara.

Penangkapan nelayan Pantai Cermin
Beredarnya kabar penangkapan sindikat narkoba Aceh-Medan-Sergai ini bermula dari kabar penangkapan S alias Dadik.

S alias Dadik adalah nelayan yang tinggal di Dusun IV, Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai.

Pada Rabu (4/1/2023) sekira pukul 04.15 WIB, S alias Dadik ditangkap petugas.

Dalam kasus ini, ada 50 Kg sabu yang konon disita polisi dari para pelaku.

Berkenaan dengan penangkapan Dadik, Kepala Dusun IV, Nazar mengatakan bahwa ada segerombolan polisi yang sempat mengepung kediaman Dadik.

Namun demikian, Nazar mengatakan bahwa Dadik sudah 10 tahun tinggal di Dusun IV.

Selama ini, Dadik dikenal sebagai nelayan.

"Setahu saya Dadik ini nelayan asal Aceh. Istrinya orang sini," kata Nazar.

Saat penangkapan Dadik berlangsung, warga sempat mendengar suara letusan tembakan.

Baca juga: Bawa 50 Kg Sabu Naik Mobil, Sindikat Narkoba Aceh Gagal Pasok Narkoba ke Jakarta

Dadik disebut sempat berupaya melarikan diri.

Namun, karena lokasi rumah Dadik sudah dikepung, sang nelayan akhirnya menyerah.

"Ada dua orang yang mengaku warga dari Aceh. Mereka kemudian dilakban matanya dan dimasukkan ke dalam mobil," terang Nazar.

Saat penangkapan Dadik dan rekannya, Nazar melihat polisi menyita satu bungkus plastik diduga narkoba.

Baca juga: Mabes Polri Amankan 50 Kg Sabu di Lubukpakam, Kapolres Deliserdang Kurang Tahu Penggerebekan

Polisi juga menyita kompas, dan alat komunikasi berbentuk handy talky atau telepon satelit.

Sementara itu, Camat Pantai Cermin, M Hidayat Tambunan membenarkan penangkapan itu.

Namun dia tidak merincikan peristiwa tersebut.

"Benar ada warga di Kecamatan Pantai Cermin diamankan polisi," ujarnya singkat

Mobil Brio Disita

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi membenarkan penangkapan ini.

Katanya, penindakan memang dilakukan petugas Bareskrim Mabes Polri.

"Betul, penindakan dari Bareskrim Polri," kata Hadi.

Namun, Hadi tak merinci kronologis penangkapannya.

Informasi diperoleh Tribun-medan.com, ada enam orang pelaku yang diamankan.

Mereka diamankan dari berbagai lokasi.

Saat ditangkap, para pelaku matanya dilakban, sebagaimana penuturan Kepala Dusun IV, Nazar.

Dari informasi di lapangan, selain menyita 50 Kg sabu, polisi juga menyita satu unit mobil Honda Brio dan sampan kayu.

Kemudian, ada pula disita barang yang diduga telepon satelit.