SIMALUNGUN - Ketua Komisi IV DPRD Simalungun Maraden Sinaga meminta pihak kepolisian segera menindak juru parkir [Jukir] liar di kawasan RTP Pantai Bebas Parapat.

Maraden melihat aksi Jukir liar berkedok Pemandu Wisata itu mengutip parkir mobil pengunjung, padahal sebelumnya Jukir liar telah ditertibkan karena retribusi parkir dari lokasi tersebut belum ditetapkan sebagai PAD Simalungun.

“Nyatanya ada oknum yang sengaja memanfaatkan itu dan mengatasnamakan komunitas tertentu, mengatakan bahwa ini bukan bagian dari kawasan Kabupaten Simalungun," ujar Maraden ditemui di Pantai Bebas Parapat, Kamis (5/1/2023).

Politisi PDI Perjuangan ini meminta Kepolisian Resor Simalungun bertindak tegas menindak Jukir liar karena jelas merupakan tindakan pungutan liar atau Pungli.

Menurutnya, PAD dari sektor retribusi parkir tepi jalan yang resmi ada bukti setoran.

“Karena ini sudah bagian pungutan liar (Pungli). Jadi harapan kita supaya ditindak cepat dan oknum tersebut diseret ke ranah hukum," ucapnya.

Baca juga: Dishub: Pengelola Parkir Kendaraan di RTP Pantai Bebas Masih Misteri

Tanggapan Polsek Parapat

Ditempat yang sama, Kapolsek Parapat AKP Jonni Silalahi mengatakan pihaknya telah menyampaikan hal ini ke Tim Saber Pungli. Namun sejauh ini pihaknya belum menemukan dalang aksi pungli yang merusak citra wisata Danau Toba Parapat itu.

“Kalau itu dikatakan pungli, kutipan yang mereka lakukan tidak ada setoran ke PAD, nah kami himbau kepada Juru parkir yang mengutip segera menyetorkan seluruh kutipan sesuai dengan kesepakatan Pemkab Simalungun, berapa besarnya agar di setorkan dana yang terkumpul,” katanya.

“Kegiatan pasti akan tetap dipantau, dan telah kita sampaikan kepada Tim Saber Pungli, apa yang telah kita temukan di lapangan," jelas Jonni.

Pantauan di lokasi, Jukir liar di kawasan Pantai Bebas mengutip parkir Mobil sebesar Rp 5000 sampai Rp 10.000 dan sepeda motor Rp 2000 sampai Rp 5000. Sementara itu lapak dagang atau stan dikutip Rp 1 Juta sampai Rp 2 Juta per bulan.

Baca juga: Puluhan Juru Parkir di Parapat Ditertibkan, Hasil Kutipan Parkir Ilegal Tak Diungkit