Medan,HETANEWS.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengakui serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Medan masih rendah. Bahkan, realisasi belanja APBD Pemkot Medan pada 2022 ada di urutan ke-14 paling rendah dibanding kota lain di Indonesia.
"Realisasi belanja, 15 besar kita ini, 15 besar terendah, kalau tak salah kita di urutan 14 dari seluruh kota yang ada di Indonesia," kata Bobby Nasution, Selasa (3/1) lalu.

Hal itu diungkapkan Bobby mengacu pada laporan dari Kementerian Dalam Negeri. Hanya saja, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tak merinci lebih jauh berapa serapan anggaran Pemkot Medan sepanjang 2022.

Untuk hal itu Bobby menyebutkan selaku Wali Kota Medan, sudah menyampaikan agar dinas-dinas yang memiliki pengerjaan di atas enam bulan agar cepat melakukan lelang.

"Saya selalu sampaikan ke dinas-dinas besar jika kerjaannya di atas enam bulan, coba lelangnya dipercepat, dipersiapkan, kekurangan kita cepat tutupin," sebutnya.

Salah satu langkah untuk mempercepat lelang tersebut adalah dengan memakai e-katalog sebagai proses tendernya, tanpa harus menunggu proses lelang. Kecuali yang berkaitan dengan teknis.

"Kita selalu menyampaikan untuk mempercepat dan transparansi kita pakai e-katalog, itu salah satunya untuk mempercepat, dan jadi proses tendernya kita ingin pakai elektronik, jadi tidak ada tender-tender lagi kecuali yang teknis ," tutupnya.

Diketahui, P-APBD Kota Medan pada 2022 disahkan pada September 2022. Tercatat, belanja daerah Kota Medan sebesar Rp 7,6 triliun. Saat P-APBD naik sebesar Rp 925,7 miliar dari yang sebelumnya Rp 6,7 triliun.

Data yang diperoleh detikSumut dari BPKAD Kota Medan, Kamis (5/1/2022), realisasi pendapatan Kota Medan hingga Desember 2022 mencapai 5,68 triliun atau 87,1 persen dari target. Sementara belanja APBD mencapai Rp 6,24 trilyun atau 81,4 persen dari alokasi.