JAKARTA, HETANEWS.com - Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mohammad Mahfud MD mengatakan, institusi polri sedang dihadapkan dengan permasalahan ketidakpercayaan oleh masyarakat akibat dari berbagai permasalahan yang terjadi.

Guna memperbaiki kinerja Polri dalam penegakan hukum, perlu dilakukan perbaikan dan perubahan baik secara kultural, struktural maupun instrumen hukum. Menurutnya, Polri merupakan bagian dari hal instrumen penegakan hukum memiliki peran penting untuk mewujudkan hal tersebut.

"Saya juga menggaris bawahi bahwa puncak prestasi pemerintahan Presiden Jokowi terjadi tahun 2022. Di mana pada bulan Februari diadakan survei dengan hasil tingkat kepercayaan publik kepada Pemerintahan Presiden Jokowi sebesar 76 persen, dan dari 76 persen tersebut sumbangan terbesar berasal dari kinerja Polri," kata Mahfud, Jakarta, Kamis (8/12).

Menurut Mahfud, sumbangan Polri mencapai 86 persen. Namun angka ini sempat menurun drastis di bulan Agustus. Kemudian kembali merangkak naik setelah dilakukan pembenahan internal.

"Hal ini cukup hebat, polri mampu memberikan partisipasi terbaik. Namun kemudian Agustus turun menjadi 54 persen dan sekarang naik lagi menjadi 60 persen," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada Polri, Kompolnas memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala kepolisian daerah (Kapolda) yang dianggap berkinerja baik pada ajang Kompolnas Awards 2022 di Auditorium PTIK, Jakarta, Kamis (8/12).

Di antara penerima penghargaan adalah Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. Di mengatakan, penganugerahan Kompolnas Awards ini merupakan kebanggaan luar biasa. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari suksesnya pengamanan KTT G20 yang terlaksana di November 2022 lalu berkat doa dan kerja sama dari masyarakat Bali yang membantu lancar dan suksesnya KTT G20.

"Dalam rangka inilah Kompolnas Awards ini, Polda Bali berhasil meraih penghargaan terbaik se-Indonesia, ini akan menjadi momentum untuk mendorong perbaikan terhadap kinerja polri khususnya Polda Bali dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan sebagai fungsi pengendali sosial terhadap masyarakat," kata Irjen Putu.

Kemudian, dalam penganugrahan Kompolnas Awards ini, terdapat nominasi Polda, Polres serta Polsek Terbaik, serta Kapolda, Kapolres dan Kapolsek terbaik. Polda Bali berhasil meraih peringkat terbaik dalam Polda terbaik se-Indonesia, Kapolda Bali juga berhasil meraih Kapolda terbaik se-Indonesia serta Kapolres Karangasem masuk dalam nominasi 16 besar Kapolres terbaik se-Indonesia dalam Kompolnas Awards 2022.

Adapun peringkat nominasi Kapolda terbaik versi Kompolnas Awards 2022 adalah peringkat satu yaitu Kapolda Bali, peringkat dua yaitu Kapolda Sumatera Utara (Sumut), peringkat tiga yaitu Kapolda Riau. Peringkat wilayah kepolisian terbaik Polda, Polres dan Polsek se-Indonesia yaitu Polda Bali, Polresta Pekanbaru.

Sementara itu, Polda Riau dan Polresta Pekanbaru dapat penghargaan atas inovasi dan pelayanan kepada masyarakat selama masa pandemi.

Penghargaan diterima langsung oleh Kapolda Riau Mohammad Iqbal dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi.

Ketua Harian Kompolnas, Irjen (Purn) Benny Mamoto mengatakan ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi dalam penghargaan kali ini. Kriteria itu mulai dari inovasi, crime total and crime clearence, restorative justice, pencapaian vaksinasi hingga pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

"Untuk Polda Riau masuk 10 besar. Kalau Polresta Pekanbaru terbaik se-Indonesia atas inovasi, pelayanan, restorativ justice, capaian vaksin dan pemulihan ekonomi di masa pandemi," kata Benny saat dimintai konfirmasi.

Menurut Benny, sejumlah inovasi yang dilakukan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru dinilai patut mendapat apresiasi. Terlebih komisioner Kompolnas sudah turun langsung ke wilayah kesatuan yang masuk 10 besar pelayanan terbaik di Korps Bhayangkara tersebut.

"Semua kami analisisa datanya, dikroscek datanya dan verifikasi ke Polri. Kemudian setelah mengerucut 10 besar baru kita ke daerah melihat langsung, kita lihat inovasi yang dibuat, Bhabinkamtibmas dan untuk Pekanbaru kita lihat sendiri anggota dapat memberdayakan masyarakat pada sektor ekonomi," tutur Benny.

Khusus untuk Polda Riau tim Kompolnas melihat pelayanan dan fasilitas yang ada sangat layak. Termasuk transparansi saat menangani perkara yang masuk ke Polda Riau dan jajarannya.

"Pelayanan publiknya bagus, transparan, ramah, banyak inovasi dilakukan. Bahkan kami juga wawancarai masyarakat terkait pelayanan, semua fakta-fakta ini kami temukan. Ada Bhabinkamtimas juga bisa membantu masyarakat, diakui betul sama masyarakat dan mereka jaga keamanan," bebernya.

Dia menilai, Polda Riau terdepan dalam pelayanan, inovasi, transparansi penanganan perkara yang terbuka, ramah, rasa empati petugas juga itu kita lihat bagus.

"Kadang lemahnya beberapa institusi itu karena komunikasi, kita saja setiap tahun ada 3.000. Setelah kita kelompokan ternyata komunikasinya kurang," kata Benny.

Kapolda Riau Irjen Mohammad Iqbal mengaku pelayanan dan komunikasi yang terbuka adalah program prioritasnya saat pertama kali menjabat. Bahkan Iqbal minta seluruh polres dan jajaran bisa lebih dekat dengan masyarakat.

"Saya selalu sampaikan di awal bahwa kita harus dekat ke masyarakat, harus kita jadi sahabat masyarakat dan juga buka seluas-luasnya komunikasi. Bahkan saya bilang jadi polisi itu kalau dicintai masyarakat dan itu jadi program prioritas kita," ucap Iqbal.

Iqbal memastikan seluruh kepala daerah terlibat dalam penanganan konflik. Dia mendorong semua kepala daerah dan stakeholder terkait termasuk kapolres ikut menuntaskan demi keamanan bersama.

"Penyelesaian konflik-konflik itu kita target memang ke Polres. Termasuk mendorong kepala daerah ini bentuk tim penyelesaian konflik karena kalau konflik ada pasti nanti muaranya gangguan keamanan, muaranya ke pemerintah, ekonomi turun dan lainnya," pungkas Iqbal.