HETANEWS.com - Poltracking Indonesia merilis hasil survei tentang kepuasan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Tercatat, sebanyak 73,2 persen publik merasa puas atas kinerja pemerintahan saat ini.

Menanggapi hal itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau biasa disapa Bamsoet mengapresiasi hasil survei tersebut. Dirinya tak merasa terkejut atas hasil yang diperoleh pemerintahan saat ini, karena banyak program yang berjalan dengan baik da prestasi yang diraih dalam masa kepemimpinan Jokowi selama dua periode.

"Terkait kepuasan publik atau pemerintahan Presiden Jokowi tidak terlepas dari berbagai prestasi dan pencapaian yang dilakukan kedua beliau baik Pak Jokowi maupun Pak Ma'ruf Amin. Bagi saya ini suatu yang tidak mengherankan, artinya tidak terkejut dengan apa yang dihasilkan oleh poltracking pada hari ini," kata Bamsoet, saat memberikan paparan di survei Poltracking Indonesia secara virtual, Kamis (8/12).

Namun, dia pun mempertanyakan hasil kepuasan publik yang kian meningkat, apakah berkaitan dengan adanya dorongan perpanjangan masa jabatan presiden. Yang mana, akhir-akhir ini kembali digaungkan oleh Relawan Jokowi dalam acara Nusantara Bersatu di GBK tempo hari.

"Pertanyaan pentingnya bukan soal puas tidak puasnya publik, tapi apakah ini berkolerasi dengan keinginan publik untuk terus Presiden Jokowi memimpin kita semua," ucapnya.

Sebab, dia menilai Jokowi dan Ma'ruf Amin telah berhasil kembali memulihkan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang menyerang Indonesia selama dua tahun. Bahkan, kebijakan yang telah dilakukan pemerintahan saat ini diakui keberhasilannya oleh dunia.

"Keras sekali pro dan kontra di masyarakat ada yang memperpanjang, ada yang mendorong tiga kali. Tapi terlepas itu saya ingin tahu keinginan publik yang sesungguhnya ini apa? Apakah ini ada korelasinya masyarakat ingin beliau memimpin kita dalam melewati masa transisi ini," ujar Bamsoet.

Terlebih, saat ini pemerintah tengah melakukan proses pemulihan kembali baik dari bidang ekonomi maupun bidang lainnya.

Dia pun mencontohkan Inggris yang mengalami tren penurunan akibat perubahan kepemimpinan. Sehingga, sudah selayaknya kepuasan publik ini didalami kembali apakah berkaitan dengan keinginan pula untuk mendorong agar pemerintahan Jokowi diperpanjang atau tidak.

"Tentu kalau mengacu apa yang terjadi di Inggris dari peralihan pimpinan nasional mereka bukan perbaikan yang dicapai justru tren ekonominya merosot tajam," paparnya.

"Artinya Jokowi dalam penilaian saya memiliki since of crisis yang sangat tinggi dibanding dengan pemimpin yang lainnya. Pertanyaan saya kembali, apakah ada kolerasinya antara keinginan besar masyarakat untuk lebih lama dipimpin Pak jokowi atau ini hanya kepuasan yang puas kinerja hari ini," imbuh Bamsoet.

Sumber: merdeka.com