JAKARTA, HETANEWS.com - Pelatih Brasil Tite merespons kritik yang datang dari pengamat sepak bola terkait selebrasi yang dilakukan anak asuhnya di Piala Dunia 2022.

Namun, Tite enggan panjang lebar menanggapi pihak yang menurutnya tidak tahu sejarah dan budaya Brasil. Bahkan pelatih berusia 61 itu bersikeras akan kembali menari jika diminta untuk ikut dalam selebrasi.

"Jika saya diminta untuk menari, saya akan menari. Ini bukan sekadar tim. Ini adalah tim nasional Brasil, di mana saya memiliki tanggung jawab sebagai pelatih," ujar Tite dalam sesi konferensi pers jelang laga kontra Kroasia pada babak perempat final dilansir dari Daily Mail.

"Maaf dan saya tidak akan berbicara tentang mereka yang tidak mengetahui sejarah dan budaya Brasil," ia melanjutkan.

Sebelumnya pengamat sepak bola yang juga legenda Manchester United, Roy Keane mengecam selebrasi menari pemain-pemain Brasil. Keane menilai selebrasi yang dilakukan Neymar dan kawan-kawan sebagai bentuk tidak menghormati lawan.

Ini lantaran pemain Brasil sampai empat kali melakukan selebrasi menari saat menang 4-1 atas Korea Selatan di babak 16 besar Piala Dunia 2022, 6 Desember lalu.

"Saya tidak bisa mempercayai apa yang saya tonton. Saya tidak bisa mempercayai apa yang saya tonton, ini seperti menonton Strictly Come Dancing [ajang pencarian bakat bagi menari]," katanya.

"Saya tidak suka ini. Orang bilang itu budaya mereka, tapi saya pikir itu benar-benar tidak menghormati lawan."

Sumber: cnnindonesia.com