SIMALUNGUN - Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan 48-49 yang diselenggarakan Dinas Kominfo Simalungun bekerjasama dengan PWI sudah berlangsung selama 2 hari, Selasa - Rabu (6-7) Desember 2022 di Atsari Hotel Parapat.

Ketua Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (DKP-PWI) Sumut Drs.M Syahrir menyampaikan hasil UKW angkatan 48-49. Sebanyak 42 yang mendaftar tapi tidak hadir 6 orang.

Sehingga yang mengikuti UKW angkatan 48-49 sebanyak 36 orang, yang dibagi dalam 7 kelas. Sejumlah 6 kelas untuk tingkat Muda dan 1 Kelas Tingkat Madya.

Hasilnya, 24 orang dinyatakan kompeten sedangkan 12 orang tidak kompeten.

Dijelaskan Syahrir, secara nasional jumlah seluruh anggota PWI dan wartawan yang di uji kompetensi wartawan melalui lembaga uji PWI sebanyak 16.130 orang. Ditambah angkatan 48-49, maka jumlah wartawan yang kompeten melalui lembaga uji PWI menjadi 16.154 orang.

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik tetap memberi motivasi kepada mereka yang belum lulus atau belum kompeten, karena 6 bulan mendatang bisa mencoba lagi. Dalam pelaksanaan UKW banyak pelajaran yang dapat diperoleh.

"Jadikan kegagalan untuk menjadikan kota lebih baik lagi, jangan putus asa dan pantang menyerah," katanya.

Tidak kompeten bukan karena kita tidak mampu, tapi karena kita belum mempersiapkan diri kita untuk diuji. Sehingga bisa diulang lagi dengan persiapan yang lebih matang.

"Meski sebenarnya saya sangat kecewa karena banyak yang tidak kompeten tapi tetap harus semangat untuk mengulang lagi," katanya.

UKW yang diselenggarakan Kadis Kominfo Simalungun bekerjasama dengan PWI tersebut bertujuan menciptakan wartawan yang profesional sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam UU No.40/1999 tentang pers, memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan PPRA (Pedoman Pemberitaan Ramah Anak) dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya.

Dengan tim penguji yang sudah bersertifikasi, Prof. Rajab Ritonga, M Syahrir, Khairul Muslim, Rizal Sirait, Dedi

Bupati Simalungun melalui Sekdakab Esron Sinaga mengapresiasi penyelenggaraan UKW tersebut yang diharapkan dapat melahirkan wartawan yang bermartabat, profesional dengan menyajikan berita berimbang, actual dan fakta.

UKW merupakan uji kompetensi untuk menguji kemampuan dan kwalitas wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Agar menghasilkan karya jurnalistik yang lebih baik lagi sesuai KEJ dan UU No 40/1999 tentang pers.

Direktur UKW Pusat Prof. Rajab Ritonga mengharapkan semua wartawan di Simalungun bisa kompeten. UKW bukan hanya untuk kepentingan media/pers tapi juga pemerintah. Karena wartawan merupakan salah satu pilar buat negara kesatuan RI.

"Jika persnya tidak punya kredibilitas, maka negara kita juga tidak bisa tegak berdiri," katanya.

Salah seorang peserta UKW mengakui jika dirinya sebagai wartawan benar benar diuji. Karena materi yang diberikan cukup menjadikan kita menjadi lebih baik, karena banyak ilmu yang masih harus digali.

"Awak kira udah paten kali selama ini, ikut UKW rupanya belum ada apa apanya kita ini," katanya setelah mengetahui dirinya dinyatakan kompeten.