JAKARTA, HETANEWS.com - Ketua DPP PAN Bima Arya menilai ada 2 skenario pencapresan pada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas oleh PAN, Golkar dan PPP. Skenario pertama adalah calon yang diusung adalah nama yang tidak muncul pada 3 besar mayoritas lembaga survei.

"Saya lihat ada 2 skenario untuk KIB, bagi saya pribadi ya. Skenario pertama adalah mengusung calon layer kedua tadi sebagai calon bersama, jadi bukan ngambil 1 dari 3. KIB akan bersepakat misalnya akan mengusung calon yang layer berikutnya tidak dari 3 atas tadi," kata Bima dalam acara 'Adu Perspektif: Mereka yang Bisa Jadi Kejutan di Tahun Politik' dan Total Politik, Senin (5/12/2022).

Tiga nama teratas yang sering muncul dalam survei itu adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan atau disebut dengan layer pertama. Sementara pada layer kedua, kata Bima, ada Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bima menyebut skenario kedua yaitu adanya potensi KIB mengusung salah satu nama dari 3 tokoh teratas pada survei. Lalu, didampingi oleh capres pada tokoh di layer kedua.

"Skenario kedua adalah KIB akan mendukung 1 dari 3 besar dengan menyepakati wakilnya itu dari layer berikutnya dan belum tentu harus dipartaikan," jelasnya.

Bima juga berbicara terkait masalah pencapresan terkendala keanggotaan parpol. Dia kemudian mencontohkan calon itu Ridwan Kamil, calon yang tidak memiliki partai politik.

"Misalnya faktor anggota partai menjadi kendala kesepakatan pimpinan partai, maka Kang Emil nggak usah berpartai, itu sangat mungkin, jadi Kang Emil dianggap figur independen saja, tapi kita mencoba membuat kesepakatan-kesepakatan dalam pemerintahan ke depan seperti apa, kan bisa seperti itu," katanya.

"Karena tadi, masing-masing high call, nggak ketemu ini nanti, padahal kita ingin menang dan ingin mendengar suara tuhan," imbuhnya.