MEDAN,HETANEWS.com - M Syafii, warga Jalan SM Raja, Gang Sepakat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan sempat meceritakan, bagaimana peristiwa gadis di bawah umur diperkosa tiga pria di kos-kosan.

Menurut Syafii, korbannya yang masih berusia 14 tahun itu awalnya datang ke kos-kosan dibawa oleh teman prianya.

Kos-kosan itu sebenarnya dihuni oleh pria bernama Pendi.

"Korban awalnya di Jalan Pancing tempat temannya. Dijemput sama kawan laki-lakinya yang juga kawan si Pendi, dibawa kemari," kata Syafi'i kepada Tribun-medan.com, Senin (5/12/2022).

Ia mengatakan, korban bersama rekan prianya itu tiba di kosan Pendi sekira pukul 19.00 WIB menggunakan sepeda motor.

"Di waktu itulah mereka melakukan percobaan pemerkosaan dengan kekerasan," sebutnya.

Diungkapkan Syafi'i, menurut pengakuan korban, ia telah diperkosa oleh dua orang pria.

Baca juga: Reaksi Pangkostrad Maruli Simanjuntak Soal Prajurit Wanita Kostrad Diperkosa Anggota Paspampres

Namun, ketika pelaku ketiga mencoba memperkosanya, korban pun berteriak.

"Yang dua laki-lak itu orang luar bukan orang sini. Yang jelas habis magrib, warga ada dengar ada suara jerit - jerit itu sebelum isya selepas magrib," ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan pelaku Pendi selama ini berprofesi sebagai pedagang asongan di Pasar Simpang Limun.

Ia mengatakan, kasus tersebut pun saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan korban pun sudah di periksa oleh polisi.

"Mudah-mudah kalau bisa di buron si laki-laki itu. Mulai tadi malam sudah nggak nampak lagi orangnya," ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Widi Lumban Raja membenarkan adanya pemerkosaan itu.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/12/2022) malam.

Berdasarkan keterangan korban, awalnya dia berkenalan dengan salah satu pelaku melalui media sosial Instagram.

Kemudian pelaku membawanya ke kamar kos-kosan tersebut dan memerkosanya.

Dalam hal ini, korban diduga diperkosa dua orang.

Namun saat pelaku lainnya datang untuk memperkosa yang ketiga kalinya, korban berontak dan lari ke masjid.

"Dia sudah diperkosa, jadi ada tiga orang, dua sudah memperkosanya, satu lagi belum. Dia sempat memaksa korban, terus korban melarikan diri," kata Iptu Widi Lumban Raja, Senin (05/11/2022).