HETANEWS.com - Pada penampilannya yang ke-1.000 di ajang sepak bola profesional dan pertandingannya yang ke-100 sebagai kapten timnas Argentina, Lionel Messi tampil impresif untuk menjaga mimpi negaranya memenangkan Piala Dunia.

Di Piala Dunia kelimanya, sang 'pesulap' akhirnya mencetak gol kemenangan pertamanya di Qatar. Berkat kemenangan 2-1 melawan Australia, Argentina mengambil satu langkah untuk mengakhiri penantian 36 tahun mereka untuk gelar Piala Dunia ketiga.

Setelah setengah jam pertama yang menegangkan, Messi membuka skor dan dari sana jalannya pertandingan di Stadion Ahmad bin Ali berjalan mulus bagi timnas Argentina — walau satu gol Australia pada penghujung pertandingan sempat membuat waswas.

Argentina sekarang telah sampai pada babak perempat final melawan Belanda. Harapan seluruh khalayak Argentina sekali lagi bertumpu pada pemain nomor 10 mereka, yang sekarang menjadi salah satu top skor terbanyak di turnamen itu dengan tiga gol.

Messi, yang mencetak gol ke-789 dalam kariernya, berkata: "Saya senang telah mengambil satu langkah ke depan, mencapai tujuan lain. Itu pertandingan yang sangat kuat dan sulit."

Mantan bek Inggris yang kini menjadi pengamat sepak bola BBC Sport, Rio Ferdinand, berkata tentang Messi: "Penampilan individu terbaik dari seorang pemain di Piala Dunia ini. Nyaris seperti dewa. Saya belum pernah melihat yang seperti ini.

"Bagaimana dia melakukan ini? Dia mempermalukan para pemain lain dengan kepala terangkat. Ia menghadapi orang-orang dan mampu melihat ke seluruh lapangan, posisi semua orang. Dia fenomenal."

Kekaguman fans pada Messi

"Muchachos, ahora nos volvimo' a ilusionar."

Ini adalah petikan lagu Argentina yang telah menjadi viral di negara itu.

Lirik yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia berarti "Bung, sekarang kita semangat lagi" - dinyanyikan para suporter sebelum, saat, dan sesudah pertandingan.

Para pendukung setia tim berjuluk Albiceleste itu melompat-lompat di tribun sambil menyanyikannya berulang kali selagi menyaksikan penampilan maestro dalam diri Messi.

Ketegangan terasa di sekitar Stadion Ahmad bin Ali setiap kali sepatu pemain kidal itu menyentuh bola, dan ia mengguncang stadion dengan gol pembuka yang menakjubkan.

Ketika bola jatuh kepadanya di kotak penalti, dengan hati-hati dan tanpa ragu pemain berusia 35 tahun itu mengeksekusinya ke sudut gawang Australia untuk mengirim Argentina ke perempat final.

Fans berteriak "Messi, Messi, Messi" pada peluit akhir dan ia bergabung dengan rekan-rekan satu timnya melompat-lompat di hadapan para pemuja setia mereka setelah akhir pertandingan.

Messi berkata: "Ini adalah perasaan yang luar biasa, saya sangat senang bisa berbagi momen indah ini dengan para fans. Saya tahu betapa banyak usaha yang telah mereka lakukan untuk datang ke sini dan saya tahu seluruh Argentina ingin berada di sini. Ikatan, persatuan yang kita miliki adalah sesuatu yang indah.

"Sungguh luar biasa semangat, energi, dan kegembiraan para fans. Sulit dipercaya. Mereka menjalaninya dari dalam dan saya melihat bagaimana mereka menderita dan menikmatinya. Itu spektakuler. Mereka sangat bersemangat, seperti semua orang Argentina."

Mantan kapten timnas Inggris yang kini menjaid pengamat sepak bola BBC Sport, Alan Shearer, berkata: "Kita sangat beruntung bisa berada di stadion ini untuk menyaksikan dia. Sungguh penampilan luar biasa darinya, kita telah berbicara tentang kemampuannya, rasa lapar, dan hasratnya.

"Kemampuannya untuk berlari dengan bola yang menarik begitu banyak pemain, memungkinkannya untuk mengalihkan perhatian lawan dari rekan-rekan satu timnya.

"Cara Messi menguasai ruang itu, cara ia membawa bola ketika ada begitu banyak yang terjadi di sekitarnya. Ia punya segalanya.

"Setiap kali ia mendapat bola, seluruh stadion berdiri. Tidak peduli di mana posisinya di lapangan, seluruh stadium berdiri."

Gol Messi adalah yang pertama baginya dalam babak sistem gugur Piala Dunia. Namun total golnya, sembilan, hanya kurang satu dari rekor Gabriel Batistuta untuk timnas Argentina.

Saat melawan Australia, ia menyelesaikan 90% operannya, menciptakan empat peluang, dan menyentuh bola sembilan kali di area lawan.

Bos Socceroos--julukan timnas Australia-- Graham Arnold, menambahkan: "Dia luar biasa. Salah satu pemain terhebat yang pernah ada. Kami benar-benar berusaha untuk tidak terlalu kagum kepadanya, tetapi dia memang luar biasa.

"Argentina pasti sangat bangga dan bahagia memiliki pemain sekaliber itu."

Banyak kesamaan dengan 1986?

Di bawah bimbingan Lionel Scaloni, Argentina menargetkan gelar juara dunia ketiga - terakhir kali diraih pada tahun 1986 dengan bantuan Diego Maradona.

Di luar stadion, tampak lautan manusia yang mengenakan kaus nomor 10 Argentina dengan nama Messi atau Maradona di punggung mereka.

Presenter BBC dan mantan striker timnas Inggris, Gary Lineker, bermain melawan Maradona pada babak perempat final Piala Dunia 1986. Kala itu, sang bintang Argentina menyentuh bola ke dalam gawang untuk mencetak gol perdana di pertandingan itu - yang sejak itu disebut gol "tangan Tuhan".

Lineker berkata: "Ini sedikit mengingatkan saya pada tahun 1986 dan Argentina dengan Maradona. Sulit dilawan, tangguh, bertahan dalam permainan yang sulit dan mampu melewatinya.

"Mereka sulit dikalahkan dan mengandalkan keajaiban Maradona. Ada begitu banyak kesamaan. Maradona sedang berada di puncaknya, Messi jelas-jelas berada di penghujung kariernya. Tapi bisakah mereka melakukannya?

"Ia melakukan hal-hal yang saya tidak pernah lihat pemain lain melakukannya, kecuali Maradona. Dan dengan adanya dua pemain itu, keduanya kidal dan dari negara yang sama, dua-duanya berbadan pendek...

"Itu dua era yang berbeda, dan saya menikmati keduanya."

Mantan pemain belakang Argentina Pablo Zabaleta menambahkan: "Kami masih terlalu mengandalkan Messi. Babak pertama tidak cukup baik, dan kami perlu bermain lebih cepat.

"Ketika Messi menguasai bola, ia satu-satunya pemain yang membawa begitu banyak bahaya dan ancaman yang nyata."

Messi dalam angka

Messi jadi pemain Argentina paling tua yang mencetak gol di babak sistem gugur Piala Dunia — mengambil 'rekor' Roberto Ayala.

Ia adalah satu dari hanya enam pemain yang tampil dalam lima Piala Dunia.

Ia adalah pemain kedua yang mencetak setidaknya tiga gol Piala Dunia setelah ulang tahun ke-35, setelah Roger Milla (lima gol) untuk timnas Kamerun.

Sumber: bbcindonesia.com