JAKARTA, HETANEWS.com - Argentina difavoritkan menang atas Australia dalam laga 16 besar Piala Dunia 2022 Qatar, Ahad (4/12/2022) dini hari WIB. Namun, sejak dikalahkan Arab Saudi dalam partai pembuka, tim Tango menarik pelajaran berharga pantang meremehkan tim non-unggulan, khususnya Socceroos yang pantang menyerah.

Pemenang pertandingan 16 besar ini akan berhadapan dengan pemenang laga Belanda melawan Amerika Serikat pada 9 Desember 2022 waktu Qatar.

Sekalipun Australia akan cenderung lebih bertahan dan sebaliknya Argentina bakal menyerang sejak menit pertama, pertandingan ini tetap menjanjikan tontonan seru nan asyik. Ini pertarungan antara sebuah tim raksasa melawan sebuah tim yang mengandalkan kekompakan dan semangat pantang menyerah.

Setelah menghindari pertemuan dengan juara bertahan Prancis dengan memuncaki Grup C, Argentina bertekad memanfaatkan momentum dua pertandingan terakhirnya untuk memenangkan laga ini guna mencapai perempat final.

Sementara tim Australia yang gagah berani dan pantang menyerah siap menyulitkan dan bahkan menjegal Albiceleste sekalipun akan sangat sulit menahan gempuran penyerang-penyerang Argentina yang memiliki kualitas di atas rata-rata di sepertiga akhir lapangan, khususnya Lionel Messi sang megabintang.

Tak ada alasan bagi Lionel Scaloni untuk mengubah susunan sebelas pemain pertama Argentina yang hanya diubah satu kali setelah ditumbangkan Arab Saudi pada laga pertama ketika dia memasukkan Lisandro Martinez sebagai salah satu bek tengahnya.

Martinez bisa saja dimainkan lagi mengingat lawan yang dihadapinya kini bukan pemain-pemain jangkung, seperti saat menghadapi Australia yang memaksa bek tengah ini dilucuti kembali dari starter tim.

Nicolas Tagliafico juga sepertinya dipilih kembali untuk mengisi posisi bek kiri yang ditempati Marcos Acuna. Demikian pula dengan Enzo Fernandez yang tampil gemilang setelah dua kali masuk lapangan sebagai pemain pengganti. Gelandang muda usia ini akan menyisihkan Leandro Paredes dari starting eleven Argentina yang menggunakan pola 4-3-3.

Mengingat betapa mautnya trisula Lautaro Martinez-Lionel Messi-Angel Di Maria dan belum lagi trio gelandang Argentina yang kreatif nan petempur, maka Australia akan menghadapi tekanan simultan dari Albiceleste sejak awal hingga akhir pertandingan.

Australia mungkin berharap laga ini berakhir dengan adu penalti, tapi Argentina akan sangat bernafsu mengakhiri laga ini dalam waktu normal saja.

Australia sendiri kemungkinan agak mengubah komposisi timnya, salah satunya Milos Degenek yang kemungkinan menyerahkan peran bek kanan kepada Fran Karacik. Tetapi Craig Goodwin masih akan dimainkan meskipun kesulitan mengembalikan performa terbaiknya saat melawan Denmark.

Goodwin akan bermitra dengan gelandang-gelandang lainnya guna menyangga pergerakan ujung tombak Mitchell Duke, sedangkan Aaron Mooy menjadi poros permainan yang menyeimbangkan pertahanan dan serangan Australia.

Sumber: republika.co.id