HETANEWS.com - Kemenangan Timnas Jerman atas Timnas Kosta Rika 4-2 tak cukup membuat mereka melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Die Mannschaft harus menerima nasib mereka yang bertengger di urutan ketiga klasemen akhir Grup E dengan empat poin.

Padahal jumlah poin mereka sama dengan Timnas Spanyol, yang kalah dari Timnas Jepang di waktu bersamaan. Perbedaannya yaitu Tim Matador unggul di jumlah gol.

Kai Havertz masuk dari bangku cadangan menggantikan Thomas Mueller di menit ke-67 dengan harapan bisa mencetak gol lebih banyak. Walaupun dirinya sudah mencetak dua gol, pada akhirnya mereka tidak bisa melampaui jumlah gol Spanyol.

Begitu pula Spanyol yang gagal menumbangkan Tim Samurai Biru. Pasalnya, jika Spanyol mengggilas Jepang dan Jerman menang lawan Kosta Rika, Manuel Neuer dkk berkesempatan lolos ke babak 16 besar.

Kesedihan pemain Timnas Jerman usai dipastikan tersingkir dari Piala Dunia 2022 Photo : AP Photo | Ariel Schalit

Bintang Chelsea itu mengaku sakit hati dan frustrasi tak bisa melaju ke babak selanjutnya. Bahkan Havertz mengibaratkan tersingkirnya Jerman dari pesta bola empat tahunan itu mengerikan bagaikan film horor.

“Ini pahit bagi kita semua. Kami mengatakan di babak pertama kami tidak boleh santai, apa pun bisa terjadi. Kami tidak mengharapkan ini terjadi. Ini seperti film horor,” katanya seperti yang dikutip dari beIN Sports.

Havertz mengungkapkan bahwa mereka memantau klasemen di stadion dan berharap Spanyol memenangkan pertandingan.

“Kami melihat live table di stadion. Masih ada harapan, karena kami menganggap Spanyol akan mencetak gol lagi. Lalu kami melihat di layar bahwa pertandingan mereka sudah berakhir dan begitulah,” ujar Havertz.

Terhempasnya Timnas Jerman dari Qatar menandai Piala Dunia kedua berturut-turut di mana mereka gagal lolos ke fase gugur. Pada tahun 2018, mereka bahkan menjadi juru kunci di klasemen akhir grup. Catatan buruk Jerman tidak hanya di situ, di Piala Eropa 2020 langkah mereka terhenti di babak 16 besar.

“Jika tiga turnamen berturut-turut, kalian tersingkir lebih awal, itu membuat kalian bertanya-tanya apa yang salah,” tutur pemain berusia 23 tahun ini. “Kami perlu mengubah sesuatu. Kami sadar akan hal ini,” pungkas Havertz.

Sumber: viva.co.id