HETANEWS.com - Aipda Aksan, anggota Polres Tana Toraja, Sulawesi Selatan, terancam sanksi disiplin dan atau Kode Etik Profesi Polri (KEPP) akibat video yang ditujukannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rekaman itu berisi ungkapan bahwa Polri penuh mafia.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Agoeng Adi Kurniawan mengatakan, Aipda Aksan telah ditahan.

"Sudah diamankan untuk pemeriksaan," kata Agoeng Adi kepada kumparan, Jumat (2/12).

Dari pemeriksaan awal, menurut Agoeng, Aksan menyebut hanya iseng membuat video tersebut dan tidak bermaksud menyebarkannya. Aksan mengaku hanya mengirim video itu kepada dua rekannya sesama anggota Polri.

Aipda Aksan, anggota polisi di Polres Tana Toraja yang menyebut Polri harus dibersihkan dari mafia. Foto: Dok. Istimewa

Meski berdalih hanya iseng, lanjut Agoeng, perbuatan Aipda Aksan dinilai tidak bisa ditolerir.

"Kami masih melakukan pemeriksaan pelanggaran disiplin dan atau kode etik profesi Polri terhadap Aipda Aksan. Apabila terbukti, maka diberikan sanksi," tegasnya.

Jejak Aksan

Menurut Agoeng, Aksan adalah anggota Polri yang kerap membuat pelanggaran. Menurutnya, Aksan dimutasi ke Polres Tana Toraja lantaran melanggar di tempat tugas sebelumnya di Polres Palopo.

"Pada bulan Oktober 2021, Propam Polres Palopo menyidang Aksan karena ia mempreteli motor dinas. Karena dimutasi ke Polres Tana Toraja sehingga penanganan perkaranya dilimpahkan juga di sana," kata Agoeng.

"Dari hasil sidang disiplin yang dilakukan di Polres Tana Toraja, Aipda Aksan disanksi penundaan pendidikan selama 6 bulan," tambahnya.

Pada tahun 2012, Aksan disebut sempat dapat sanksi teguran tertulis karena telah mengeluarkan kata-kata kasar kepada seorang perempuan.

Pada 2017 lalu, Aksan juga disanksi penempatan di tempat khusus selama 21 hari karena melakukan penarikan mobil layaknya debt collector.

Sementara itu, Aksan dalam videonya yang viral mengatakan bahwa dia dimutasi ke Tana Toraja karena membongkar dugaan korupsi kapolres setempat. Dalam video itu, Aksan mengenakan baju seragam polisi.

Setelah video itu viral, muncul video terbaru yang isinya Aksan meminta maaf atas video yang beredar sebelumnya. Kali ini Aksan memakai kemeja biasa.

Sumber: kumparan.com