MEDAN, HETANEWS.com - Barak narkoba dan perjudian di Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, kembali digerebek oleh polisi.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra mengatakan, ada belasan orang yang tertangkap dalam penggerebekan yang dilaksanakan, Rabu (30/11/2022) kemarin.

"Kita melakukan pengerebekan dan dapat mengamankan sekitar 15 orang di lokasi," kata Rafles kepada Tribun-medan, Kamis (1/12/2022).

Ia menjelaskan, setelah diamankan pihaknya melakukan pengecekan urine dan ditemukan ada delapan yang positif menggunakan narkoba jenis sabu. Kemudian, ada dua orang yang merupakan operator mesin judi jackpot yang beroperasi di lokasi.

"Dari 15 orang setelah kami interogasi kami tes urine nya, ada delapan yang positif menggunakan sabu. Dia orang terbukti sebagai operator mesin judi," sebutnya.

Rafles menambahkan, di lokasi polisi juga menemukan sejumlah barang bukti narkoba jenis sabu dan daun ganja kering. Selain itu, pihaknya juga menyita puluhan mesin judi jackpot dan telah diserahkan ke Satreskrim Polrestabes Medan.

"Brang bukti sekitar 2,2 kilogram ganja, 57 mesin judi Jackpot, satu mesin judi tembak ikan dan banyak alat pakai sabu," ucapnya.

"Kemudian juga ditemukan adanya narkotika jenis sabu walau jumlahnya sedikit nol koma sekian gram," tambah Rafles.

Lebih lanjut, dikatakannya penggerebekan tersebut melibatkan Sat Reskrim, Sat Intelkam, dan Sat Sabhara Polrestabes Medan.

"Berawal dari adanya pengaduan masyarakat di sekitar lokasi, kami melakukan penyusunan rencana untuk melakukan penindakan bersama-sama," ujarnya.

Ia mengungkapkan, penggerebekan di lokasi dilakukan dengan cara berjalan kaki ke lokasi target.

"Penggerebekan dilakukan dengan berjalan kaki, karena sudah berkali-kali melakukan penggerebekan dan bocor terus akhirnya," ungkapnya.

Rafles menjelaskan, saat tiba di lokasi pihaknya sempat diadang oleh seorang pria berbadan tegap yang diduga dari satuan samping menggunakan senjata.

"Ada perlawanan tapi bukan dari 15 orang yang diamankan, namun setelah kami pegang dan kami imbau untuk tidak melakukan perlawanan yang bersangkutan bisa tenang," ucapnya.

"Sementara belum bisa kami buktikan (oknum aparat). Senjata mainan bukan senjata yang bisa melukai," tambah Rafles.

Diungkapkannya, selain menangkap para pelaku pihaknya juga menghancurkan sejumlah gubuk yang dijadikan para bandit ini sebagai barak narkoba dan perjudian.

"Kita juga akan galang dari pemerintah setempat untuk melakukan pelarangan apabila ada pembangunan seperti itu lagi. Namun kalau mereka tidak mampu kami akan turun kembali," pungkas Rafles.

Sumber: tribunnews.com