MADINA, HETANEWS.com - Beredar informasi yang menyebut sekelompok oknum TNI membebaskan terduga mafia tambang yang ditahan Polres Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara.

Isu ini juga menyeret nama Dandim 0212/TS Letkol Amrizal. Terkait hal ini, Polda Sumut dan Kodam 1 Bukit Barisan kompak membantah.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan memang benar pihak Dirkrimsus Polda Sumut menangkap dan memeriksa 2 terduga mafia tambang, di Madina.

Namun dia membantah ada oknum TNI mengintervensi kasus tersebut. "Itu tidak benar, itu tidak ada, saya sudah cek kemarin," kata Hadi kepada wartawan, Kamis (1/12)

Hadi tidak merinci identitas orang yang ditangkap, mereka kini masih menjalani proses penyelidikan di Polres Madina.

"Di Mandailing Natal itu memang atas dasar penyelidikan, jadi tim dari Dirkrimsus Polda Sumut melakukan upaya penyelidikan atas dasar informasi yang diberikan masyarakat dan saat ini penyidik sedang mendalaminya," katanya

Terpisah Kapendam 1 Bukit Barisan Letkol Inf Rico Julyanto Siagian juga membantah adanya isu oknum TNI membebaskan mafia tambang.

"Berita itu tidak benar," ujarnya saat dikonfirmasi kumparan, Kamis (1/12).

Namun dia membenarkan Letkol Amrizal Nasution sempat ke Polres Madina. Kata dia tujuannya untuk mengkonfirmasi soal isu anggotanya ikut terlibat dalam kasus tersebut. Setelah dicek, ternyata tidak ada anggotanya.

"Dari hasil konfirmasi langsung Dandim ke Mapolres Madina itu ternyata memang tidak ada keterlibatan Prajurit TNI AD dalam kasus yang sedang diselidiki," ujarnya