SIANTAR - Pemuda dan remaja lintas agama di Kota Pematang Siantar diharapkan terus menjaga kerukunan dan toleransi ditengah -tengah kemajemukan, suku, agama, maupun kebudayaan.

Hal demikian salah satu pesan penting pada acara sosialisasi kerukunan kepada remaja lintas agama se-Siantar dalam Rangka Hari Toleransi Internasional, di Convention Hall Siantar Hotel, Kamis (1/12/2022).

"Masyarakat Kota Pematang Siantar yang heterogen atau majemuk, baik itu suku, agama, maupun kebudayaan, selama ini telah hidup rukun dan damai antara satu dengan yang lainnya," kata Wali kota Susanti.

Di Kota Pematang Siantar, lanjutnya, kerukunan di atas perbedaan selalu dijunjung tinggi. Sehingga perbedaan bukan menjadi permasalahan, melainkan kekayaan dan keunggulan Kota Pematang Siantar.

"Kota Pematang Siantar pernah meraih predikat pertama sebagai kota paling toleran di Indonesia. Ke depan, tentunya kita semua ingin agar peringkat pertama tersebut kembali diraih Kota Pematang Siantar. Meskipun hingga saat ini, Pematang Siantar tetap menjadi kota dengan tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia," ucapnya.

Untuk meraih predikat tersebut, kata dr Susanti, bukan hanya tugas Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar, melainkan tugas semua yang ada di Kota Pematang Siantar, termasuk pemuda remaja yang menjadi peserta sosialisasi.

Ketua FKUB Kota Pematang Siantar Drs HM Ali Lubis mengatakan setiap tanggal 16 November diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional.

Di Kota Pematang Siantar, Hari Toleransi Internasional diperingati dengan mengundang tokoh-tokoh pemuda dan remaja dari lintas agama.

"Hari ini kita himpun lebih kurang 125 orang dari masing-masing agama yang ada di Kota Pematang Siantar," sebutnya.

Dikatakan Ali Lubis, toleransi dan kerukunan merupakan keinginan semua. Tidak ada satu agama yang ada di Indonesia ini, bahkan di dunia sekalipun yang tidak menginginkan kerukunan dan tidak menginginkan adanya toleransi yang kuat dan kokoh.

Menurut Ali Lubis, Pematang Siantar termasuk kota dengan kerukunan terbaik di seluruh Indonesia. Dua kali berturut-turut pernah mendapatkan predikat sebagai Kota Paling Toleran.

"Itu yang menilai bukan orang Sumatera Utara, tapi dari pusat namanya Setara Institut. Untuk mewujudkan predikat itu agar langgeng terus, agar berjalan terus kerukunan di Kota Pematang Siantar, salah satu upaya kita buat seperti yang hari ini kita lakukan,"katanya.