SIANTAR - Memperingati hari AIDS sedunia, Pemko Siantar membagikan leaflet dan bunga kepada pengendara bermotor yang melintas di depan Balai Kota, Jalan Merdeka, Kamis (1/12/2022) pagi.

Pada kesempatan ini Wali kota Siantar Susanti Dewayani mengajak masyarakat mencegah HIV dan mengakhiri kasus AIDS.

“Mari Satukan Langkah Cegah HIV, karena Semua Setara untuk Mengakhiri AIDS," kata Susanti saat upacara yang diikuti pengurus serta anggota Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Kota Pematang Siantar.

Berdasarkan data sampai akhir Juni 2022, katanya, sekitar 85 persen Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) berada pada usia produktif antara usia 20-49 tahun.

Sementara tantangan besar lainnya, yaitu upaya pencegahan yang belum optimal, retensi pengobatan ARV yang rendah, dan masih dirasakannya ketidaksetaraan dalam pelayanan HIV khususnya pada perempuan, anak, dan remaja serta masih dirasakannya stigma dan diskriminasi.

"Diperlukan dukungan semua pemangku kepentingan untuk mengatasi tantangan tersebut, baik oleh pemerintah pusat dan daerah, akademisi/praktisi, masyarakat, swasta, dan media," katanya.

Di Kota Pematang Siantar dari tahun 2015 hingga 2020 tercatat 654 orang kasus baru yang terdeteksi penderita HIV-AIDS.

Sebanyak 444 (67 persen) diantaranya minum obat ARV, dan 178 (40 persen) yang memeriksa Viral Load dengan hasil 135 (75 persen) tersupresi.

Sementara sarana pemeriksaan VCT HIV ada 28 Sarana Fasyankes, dan 8 di antaranya sudah Perawatan Dukungan Pengobatan (PDP).

Masih kata dr Susanti, Hari AIDS Sedunia (HAS) 2022 diperingati tiap 1 Desember, sejalan dengan tema global "Equalize" diusung tema nasional "Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri AIDS".