SUMUT, HETANEWS.com - Polda Sumut membeberkan progres kasus bos judi online Kota Medan, Apin BK. Mereka kembali menyita aset Apin BK senilai Rp 5,8 miliar.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra mengatakan, aset itu terdiri dari 21 jet ski, 2 speed boat, dan 2 kapal.

“Ada 21 jet ski, speed boat dan jet ski kita (nilai aset) yang kita amankan Rp 5,8 M,” kata Panca saat paparan di Mapolda Sumut, Medan, Rabu (30/11).

Aset tersebut disimpan di salah satu wilayah di Danau Toba. Panca menuturkan, sebelumnya Polda Sumut telah menyita total 26 aset milik Apin yang terdiri dari rumah, ruko, dan tanah.Totalnya senilai Rp 153 miliar.

“Bila ditambah Rp 5,8 miliar, jadi total (aset) yang kita sita Rp 158,68 miliar, ini akan kita terus kembangkan, ” ujar Panca.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan 15 orang lainnya tersangka. Mereka merupakan anak buah Apin BK dalam mengoperasikan bisnis judinya.

Panca menuturkan, berkas untuk kasus judi online Apin BK telah dilimpahkan ke Kejaksaan Sumut. “Untuk tindak pidana perjudian online itu dinyatakan lengkap oleh teman Kejaksaan Tinggi,” kata Panca.

  • Pencucian Uang

Polda Sumut saat ini mulai menyusun berkas untuk kasus pencucian uang yang melibatkan Apin BK.

“Mudah-mudahan bisa segera P21 sehingga kita bisa nanti melihat dan menyaksikan persidangan baik tindak pidana asal (online) maupun tindak pidana pencucian uang,” ungkap Panca.

Dari hasil penyelidikan, judi online yang dikelola Apin BK ini beromzet Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar per hari. Apin BK sempat buron lama sebelum akhirnya ditangkap di Malaysia.

Penangkapan Apin diumumkan tak lama setelah para kapolres dan kapolda se-Indonesia dipanggil Presiden Jokowi ke Istana untuk diberi pengarahan agar memerangi kejahatan judi online dan narkoba.

Apin BK yang pernah menjadi pengurus sebuah parpol ini kemudian dibawa ke Jakarta lalu diterbangkan ke Medan untuk diperiksa lebih lanjut di Polda Sumut.

Dalam kasus ini, polisi menerapkan pasal perjudian dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada Apin. Polisi juga mengusut Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak aliran dana judi Apin BK.