JAKARTA, HETANEWS.com - Hujan turun mengguyur langit Surabaya, Selasa (29/11). Dua tokoh nasional turun dari mobil dinas Kepresidenan berkelir hitam. Mereka adalah Presiden Joko Widodo dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Keduanya pun kompak memakai baju merah.

Jokowi turun dari sisi kanan mobil. Sementara Prabowo dari pintu sebelahnya. Paspampres dengan sigap memayungi Jokowi dan Prabowo.

Momen 'kemesraan' Jokowi dan Prabowo satu mobil itu tertangkap kamera ketika menghadiri acara Peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu, Jokowi diagendakan meresmikan salah satu asrama di Surabaya didampingi sejumlah pejabat tinggi negara. Salah satunya Prabowo.

Fotografer pribadi Prabowo, Bachren Lukskardinul bercerita mengenai momen satu mobil Jokowi-Prabowo. Dia mengungkapkan, Presiden jokowi datang satu mobil dengan Prabowo sejak perjalanan dari bandara Juanda, menuju lokasi acara AMN.

"Sedianya Prabowo hanya menyambut kedatangan presiden yang tiba usai kunjungannya dari Kalimantan. Di luar dugaan, Prabowo malah diajak satu mobil dengan presiden, dimana semestinya Prabowo yang sebagai menteri menaiki kendaraannya sendiri untuk iring-iringan dengan presiden menuju lokasi acara," katanya lewat akun instagramnya.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, Jokowi dan Prabowo satu mobil di acara tersebut karena ingin mendiskusikan urusan tugas pemerintahan. Antara Menteri Pertahanan dan Presiden RI.

"Kalau pertanyaannya bahwa kenapa satu pesawat, satu mobil ya mungkin pak Jokowi pada momen itu ada yang didiskusikan dengan pak Prabowo soal pekerjaan," kata Dasco kepada wartawan.

Dasco meminta kedekatan keduanya pada momen tersebut tidak dikait-kaitkan dengan urusan Pilpres 2024. Apalagi, pada momen tersebut perlu banyak koordinasi presiden dengan menterinya mengurus negara.

Namun, Dasco mengakui momen kebersamaan Jokowi-Prabowo di berbagai kegiatan tentu mempengaruhi Prabowo. Sebab, Jokowi memiliki banyak konstituen dan followers.

“Ya tentunya kita tidak bisa pungkiri bahwa pak Jokowi itu kan konstituennya banyak. Sehingga dalam momen tertentu, Pak Prabowo bersama pak Jokowi tentunya juga sedikit banyak berpengaruh,” kata dia.

Hubungan Jokowi dan Prabowo dikabarkan semakin dekat. Jokowi pun diyakini mulai terang mendukung Prabowo di Pemilu 2024.

Salah satu sumber merdeka.com di Partai Gerindra mengakui, Jokowi diam-diam memang sering bertemu dengan Prabowo Subianto di Istana Bogor.

Informasi tersebut didapatkan politisi Gerindra itu dari orang di lingkaran Istana yang masih kerabat Presiden Jokowi.

"Iya, (pertemuan) empat mata. Enggak bawa siapa-siapa," imbuhnya.

Salah satu pembahasan dalam pertemuan itu adalah soal koalisi pilpres 2024. Koalisi Kebangkitan Indonesia antara Gerindra dan PKB, kata sang sumber, salah satunya andil dari Jokowi.

"PKB itu kan Pak Jokowi yang dapetin. Ya PKB suruh ambil. Wakilnya (cawapres) NU, komunikasi lah dengan Khofifah dan Erick (Thohir)," ujar sumber tersebut.

Selain momen tersebut, Jokowi dan Prabowo juga sering berbalas pujian. Misalnya, Prabowo memuji jiwa besar Jokowi yang mengajak rekonsiliasi selepas Pilpres 2019. Pujian itu disampaikan di hadapan ribuan kader yang hadir dalam Rapimnas Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, 13 Agustus 2022 lalu.

Prabowo kembali mengungkit sikapnya yang mau diajak bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi.

Saya rivalnya Pak Jokowi 10 tahun, tapi saat itu beliau punya jiwa besar untuk mengajak rekonsiliasi."

Kemudian, Prabowo kembali memuji Jokowi begitu tenang dalam menghadapi ancaman krisis. Bahkan, dia berani bersaksi Jokowi memikirkan rakyat kecil dalam memimpin Indonesia.

"Memikirkan rakyat yang paling bawah. Itu saya saksi di Kabinet. Saya saksi," ujar dia.

Pujian itu berlanjut saat Prabowo berpidato di acara PKB Road To Election di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (30/10). Kali ini, Prabowo mengaku bahkan harus belajar ke Jokowi.

"Saya kaget juga beliau ke Ukraina. Saya kaget. Ukraina sedang dihujani roket dan bom tapi beliau berani. Padahal yang Kopassus aku, beliau bukan Kopassus," ujar Prabowo

"Boleh juga wong Solo ini luar biasa. Ilmunya harus saya belajar sama beliau," imbuhnya.

Seolah merespons pujian-pujian Prabowo, Jokowi pun mengungkapkan sinyal dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024. Pada bulan November 2022, tercatat Jokowi melempar pujian terhadap mantan lawan politiknya di Pilpres 2019 itu dalam tiga kesempatan.

Sinyal dukungan pertama diperlihatkan Jokowi dalam acara Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11). Jokowi ditanya siapa capres yang bakal direstui pada gelaran itu. Di samping Jokowi, ada Prabowo ikut mendampingi.

Jokowi menjawab sejak awal mendukung Prabowo. Meskipun tidak jelas maksud dukungan tersebut mengarah ke Pilpres 2024 atau tugas-tugas kenegaraan.

"Sudah sejak awal. Kok restu-restu? Sejak awal saya sampaikan mendukung beliau," kata Jokowi saat itu.

Momen kedua ketika Jokowi dan Prabowo menghadiri HUT Perindo ke-8 pada Senin 7 November 2022 lalu. Dua kali Prabowo diledek Jokowi dalam acara itu. Pertama karena jabatannya sebagai Menhan dan Ketum Gerindra. Kedua, prediksi Jokowi tentang jatah Prabowo di Pemilu 2024.

"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi.

Ditemui awak media usai acara Perindo, Jokowi mempersilakan bila ucapannya itu diartikan sebagai sinyal dukungan. Sebab, jatah kemenangan Pilpres 2024 memang bisa jadi untuk Prabowo.

"Ya diartikan sinyal boleh, tapi kan saya ngomongnya juga tidak apa-apa lah," kata Jokowi.

Sang kepala negara kembali memberikan kode-kode dukungan. Kali ini ketika berbicara di depan ribuan relawannya dalam acara Nusantara Bersatu, Sabtu (26/11). Jokowi mengungkapkan ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat terlihat dari banyak kerutan di wajahnya dan berambut putih.

Saat kunjungan kerja ke Surabaya, Jokowi akhirnya membocorkan sosok pemimpin berambut putih tersebut. Sosok itu salah satunya adalah Prabowo Subianto.

Jokowi menyebut, bahwa wajah Ketum Gerindra itu memiliki kerutan. Selain itu, Prabowo memiliki sebagian rambut putih.

"Sudah saya cek ke Pak Prabowo apakah beliau memiliki kerutan di wajahnya ternyata punya kerutan wajahnya ada kemudian saya cek rambutnya ternyata juga ada putihnya," kata Jokowi

"Sebagian (rambutnya) ada putihnya, artinya seperti yang saya sampaikan itu," sambungnya.