HETANEWS.com - Carlos Queiroz mengungkapkan rasa bangganya terhadap performa para pemain tim nasional Iran, meskipun mereka tersingkir dari Piala Dunia 2022 Qatar menyusul kekalahan 0-1 dari Amerika Serikat pada Selasa malam.

Pernyataan tersebut dilontarkan pelatih asal Portugal itu setelah Iran dipastikan finis di posisi ketiga Grup B (dengan 3 poin), setelah Inggris (7) dan AS (5), bahwa mereka sangat layak meraih hasil "seri" melawan Tim Negeri Paman Sam. Wales juru kunci Grup B (1 poin).

Namun, pada saat bersamaan, si pelatih tidak menampik bahwa "mimpi itu sudah berakhir".

"Saya sangat bangga dengan para pemain yang fantastis ini, atas karakter, keberanian, dan dedikasi mereka," kata Queiroz pada konferensi pers pascapertandingan.

Di depan mikrofon Cadena COPE, dia menggambarkan tentang para pemainnya bahwa "kami telah berakhir sebagai sebuah keluarga. Semua yang telah mereka lakukan pantas mendapatkan banyak rasa hormat."

Mengenai ketegangan yang mereka alami di Piala Dunia, setelah keputusan para pemain Iran untuk tidak menyanyikan lagu kebangsaan dalam pertandingan lawan Inggris dan dugaan ancaman terhadap keluarga pemain di Iran, Queiroz mengatakan bahwa "tidak mudah untuk hidup dengan situasi penuh ancaman. Bahwa suatu hari mereka adalah pahlawan dan hari lainnya mereka (otoritas) berniat membunuh mereka (para pemain)."

Tetapi, menurut Queiroz, "yang terpenting adalah menunjukkan kepada mereka, penampilan kami di Piala Dunia 2022 Qatar ini. Kami harus membawa senyum dan kebahagiaan, bukannya apa yang terjadi di luar sepak bola. Segala sesuatu yang membuat para pemain pantas mendapat penghormatan."

Beberapa jam sebelum pertandingan menentukan melawan AS itu, CNN menerbitkan laporan bahwa otoritas Iran telah mengancam kerabat tim nasional mereka di Piala Dunia dengan "penjara atau siksaan" jika para pemain "tidak" berperilaku baik di Qatar.

Media AS itu melaporkan bahwa pemerintah Iran memperingatkan para pemain Iran bahwa keluarga mereka akan menghadapi situasi "kekerasan dan penyiksaan" jika mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan ataupun jika mereka bergabung dalam protes politik melawan rezim Teheran.

Sumber: skor.id