SIANTAR - Dua terdakwa warga Tebing tinggi terbukti mengedarkan sabu di Siantar. Deddi Erwinsyah als Erwin (46) dituntut 11 tahun sedangkan temannya M Risky Fauzi (33) dituntut 10 tahun penjara.

Selain itu, kedua terdakwa didenda masing masing 3 Milyar, jika tidak dibayar diganti hukuman penjara 6 bulan.

Keduanya dipersalahkan melanggar pasal 114 (2) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP, secara bersama sama melakukan tindak pidana narkotika.

"Menyatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI No 35/2009 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP," sebut jaksa Ester Hutauruk disidang PN Siantar, Rabu (30/11/2022).

Menurut jaksa, kedua terdakwa ditangkap pada Kamis, 30 Juni 2022 sekira pukul 23.30 wib di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Asuhan Kecamatan Siantar. Kedua terdakwa sedang menunggu pembeli shabu di pinggir jalan di depan Café Tsunami.

Barang bukti 1 buah plastik biru yang didalamnya ada 1 paket narkotika jenis shabu dengan berat kotor 28,33 gram dan berat bersih 27,43 gram. Juga 1 unit handphone merk Vivo

Sabu sebanyak itu diakui milik terdakwa Erwin yang dibeli dari Kendar (DPO) di jalan Thamrin Kota Tebing Tinggi dengan harga Rp. 5.000.000,- sebanyak 5 gram. Sedangkan terdakwa Risky turut membantu Erwin menjual narkotika tersebut.

Menanggapi tuntutan jaksa tersebut, kedua terdakwa didampingi pengacara Morris Nadapdap SH akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis.

"Akan mengajukan nota pembelaan secara tertulis yang mulia," kata Morris.

Untuk itu, majelis hakim Pengadilan Negeri Siantar diketuai Irwansyah P Sitorus SH menunda persidangan hingga Selasa (6/12/2022) mendatang.