HETANEWS.com - Arkeolog yang melakukan penggalian di saluran air di Colosseum, amfiteater ikonik berusia 2000 tahun di Roma ini menemukan hal yang menarik. Para ahli itu mendapati sisa-sisa tulang anjing kecil berkaki pendek yang mirip dengan ras anjing dachshund modern.

"Kami menemukan banyak tulang dari anjing yang mirip dengan dachshund modern. Tingginya kurang dari 30 sentimeter," kata Alfonsina Russo, direktur Colosseum.

Temuan ini pun menjadi petunjuk bahwa anjing juga merupakan bagian dari pertunjukkan gladiator yang berlangsung di Colosseum di Roma kuno.

Pasalnya, seperti dikutip dari Science Alert, Senin (28/11/2022) peneliti berpikir anjing-anjing mungkin telah digunakan untuk melakukan trik akrobatik, seperti halnya di sirkus hari ini.

Namun kemungkinan lain adalah anjing digunakan sebagai bagian dari perburuan atau bahkan melawan binatang lainnya. Pastinya, peneliti memang belum mengetahui dengan jelas.

Hiburan di Roma kuno yang melibatkan berbagai hewan yang diadu satu sama lain dalam perkelahian atau dilatih untuk melakukan trik ini disebut Venatio.

Sementara itu peneliti juga berpendapat tulang anjing berkaki pendek bisa saja menjadi menjadi nenek moyang dachshund. Ras anjing dachshund modern sendiri muncul pada awal abad ke-18 di Jerman dan dikembangkan untuk menggali lubang dan berburu musang.

Sebagai informasi Dach berarti musang dalam bahasa Jerman. Selain menemukan tulang anjing berkaki pendek, ahli juga berhasil menemukan tulang anjing besar, macan tutul, singa, beruang, dan burung unta di saluran air kuno.

Penemuan tersebut merupakan hasil dari studi selama setahun, di mana para arkeolog menelusuri saluran air dan selokan sepanjang 70 meter di bawah Colosseum, yang dapat menampung hingga 50.000 penonton.

Bersamaan dengan sisa-sisa hewan, mereka juga menemukan sisa-sisa makanan ringan, termasuk buah-buahan, kacang-kacangan, dan buah zaitun, yang akan dimakan oleh penonton.

Selain tulang belulang anjing berkaki pendek, di situs tersebut arkeolog juga menemukan lebih dari 50 koin perunggu dari periode Romawi akhir dan koin perak untuk memperingati pemerintahan kaisar Marcus Aurelius sekitar 170-171 M.

Sumber: kompas.com