HETANEWS.com - BNPB menyampaikan data terbaru terkait evakuasi korban gempa Cianjur. Jumlah korban meninggal dunia hingga Senin (28/11) pukul 17.00 WIB, mencapai 323 jiwa.

"Korban meninggal dunia menjadi 323 jiwa. Tim gabungan berhasil menemukan 2 jenazah di Kecamatan Cijedil, sehingga data warga hilang berkurang menjadi 9 jiwa," kata Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman, dalam Konferensi Pers Update Penanganan Gempa Kabupaten Cianjur.

Sementara terkait kerusakan infrastruktur tercatat 26.237 rumah rusak berat, 14.196 rumah rusak sedang dan 22.786 rumah rusak ringan. Infrastruktur lain yang mengalami kerusakan yaitu 471 sekolah, 170 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan dan 17 gedung perkantoran.

Sedangkan data pengungsian yang dihimpun BNPB, Kemen PPPA dan UNFPA hingga saat ini tercatat sebanyak 449 titik dengan total jumlah pengungsi sebanyak 100.330 jiwa.

Aktivitas dapur umum Posko ESDM di Cianjur, Jumat (25/11/2022). Foto: Dok. Pertamina

Terkait komando penanganan darurat gempa Cianjur, saat ini dipimpin oleh Pemkab Cianjur. Meski komando telah diberikan kepada Pemkab Cianjur, BNPB, Basarnas, BMKG, bersama lintas terkait lainnya tetap memberikan dukungan pendampingan.

"Komando penanganan darurat resmi diestafetkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur," ucap Herman.

"Meski belum sepenuhnya (komando diberikan), karena kami masih membutuhkan pendampingan dari BNPB, Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya," tutur dia.

Lebih lanjut, pos komando terus melakukan pemantauan kebutuhan logistik warga terdampak. Distribusi bantuan masih terus digencarkan dengan menggunakan berbagai armada.

Herman mengatakan, aktivitas kegempaan di Kabupaten Cianjur sudah mulai berkurang.

"Saya sudah menerima surat dari BMKG yang merilis aktivitas kegempaan di Kabupaten Cianjur sudah berkurang. Masyarakat kami imbau untuk kembali ke rumah masing-masing dengan catatan rumahnya tidak terdapat kerusakan struktur," jelas Suherman.

Sumber: kumparan.com