HETANEWS.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berulang kali memberikan sinyal dukungannya terhadap sejumlah tokoh untuk menggantikan jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Terbaru mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut pemimpin yang baik adalah orang yang berambut putih dan memiliki kerutan wajah. Menurut Jokowi, dua hal itu mengartikan bahwa pemimpin tersebut memikirkan rakyatnya.

Hal itu disampaikan di hadapan para relawan dalam acara Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Ke Ganjar Pranowo: Tentu saja ucapan itu kemudian menyedot perhatian. Sebab, dua ciri itu dianggap identik dengan sosok Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Apalagi, dalam sejumlah data dari lembaga survei, Ganjar punya peluang menang bisa jadi capres.

“Ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada. Ada itu,” kata Jokowi.

Sejumlah pihak mensinyalir ucapan Jokowi tersebut merujuk pada Ganjar. Sebab Ganjar yang cocok dengan ciri-ciri yang disebutkan Jokowi mengenai pemimpin yang memikirkan rakyat.

Sebelumnya Jokowi juga pernah mengesankan dukungan terhadap pencapresan kader PDI Perjuangan itu. Dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-5 Projo di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (21/5/2022), Jokowi mengatakan kepada para relawan bahwa jangan tergesa-gesa soal pencapresan, meskipun menurut Jokowi calonnya turut hadir dalam acara itu.

“Jangan tergesa-gesa. Meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini,” kata Jokowi yang disambut riuh oleh para peserta Rakernas.

Sebagian dari peserta Rakernas kemudian spontan menerikkan nama Ganjar Pranowo.
“Ganjar…Ganjar!” pekik mereka.

Kebetulan memang acara itu turut dihadiri Ganjar. Dan di sana Ganjar satu-satunya tokoh nasional yang masuk dalam papan atas kandidat potensial untuk dimajukan sebagai capres.

Untuk Prabowo Subianto: Sinyal dukungan Jokowi juga bukan hanya dialamatkan kepada Ganjar. Dalam acara Indo Defence di Jakarta International Expo, Jakarta pada Rabu (2/11/2022), Jokowi juga sempat mengungkapkan dukungannya terhadap Prabowo Subianto.

“Sudah sejak awal, kok restu-restu. Sejak awal saya menyampaikan mendukung beliau (Prabowo),” kata Jokowi.

Namun begitu, dukungan Jokowi terhadap Menteri Pertahanan (Menhan) itu dalam konteks kerja-kerja dalam pemerintahan.

Menurut Jokowi, dirinya kerap bertukar pikiran dengan Prabowo terkait isu strategis. Prabowo yang berada di samping Jokowi kemudian meluruskan konteks ucapan tersebut, yakni terkait dengan pertahanan.

Sinyal dukungan Jokowi terhadap Ketua Umum Partai Gerindra itu bukan sekali terjadi. Jokowi juga melontarkan sinyal dukungan terhadap Prabowo ketika berpidato dalam acara HUT ke-8 Perindo di Jakarta, Senin (7/11/2022).

Ketika itu, Jokowi berkelakar mengenai kemungkinan Prabowo Subianto menggantikan posisinya sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Jokowi bercerita mengenai dirinya yang telah terpilih sebagai presiden sebanyak dua kali. Dia menduga bahwa setelah dirinya giliran Menteri Pertahanan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra itu yang bakal memenangkan Pilpres mendatang.

“Saya ini dua kali Wali Kota di Solo menang, kemudian ditarik ke Jakarta, Gubernur sekali menang. Kemudian dua kali di pemilu Presiden juga menang. Mohon maaf Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” kata Jokowi, dikutip lewat Antara.

Setelah mendengar pernyataan Jokowi tersebut, Prabowo langsung berdiri dan memberikan hormat. Suasana acara HUT Perindo pun menjadi riuh.

Seketika sejumlah pihak berspekulasi bahwa ucapan itu merupakan dukungan Jokowi agar Prabowo menggantikan posisinya. Hal ini dikuatkan dengan pernyataan Jokowi di hari yang sama.

Jokowi mengaku tidak mempermasalahkan jika pernyataannya ditafsirkan sebagai bentuk dukungan terhadap Prabowo.

“Ya diartikan sinyal ya boleh, tapi kan saya ngomong juga nggak apa-apa,” kata Jokowi setelah menghadiri HUT ke-8 Partai Perindo di Jakarta, Senin (7/11/2022), dikutip dari Antara.

Untuk Airlangga Hartarto: Sinyal dukungan Jokowi juga ditujukan terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam acara HUT ke-58 Partai Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (21/10/2022).

Saat itu Jokowi menerangkan bahwa pemimpin masa depan yang dipilih hendaknya adalah orang yang memiliki jam terbang tinggi. Dia menjelaskan bahwa salah satu orang yang punya jam terbang tinggi ialah Airlangga Hartarto.

“Betul-betul pemimpin ke depan yang harus kita pilih, yang memiliki jam terbang yang tinggi. Salah satu yang saya lihat itu adalah Pak Airlangga Hartarto,” kata Jokowi.

Jokowi selanjutnya bilang, pemimpin dengan jam terbang tinggi dibutuhkan sebab situasi ke depan situasi dunia diperkirakan akan semakin gelap dan sulit dibandingkan saat ini.

“Sekarang yang sudah masuk pasien IMF itu ada 14 negara, sudah masuk jadi pasien, dan 28 negara lagi sudah ngantri di depan pintunya IMF, diperkirakan akan muncul 66 negara,” katanya.

Sumber: asumsi.co