ASAHAN, HETANEWS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Asahan Juli Hernani curhat di media sosial Facebook miliknya terkait jalan rusak yang berada di Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

Curhatan tersebut diketahui diposting oleh Juli pada Jumat (25/11/2022) dengan menumpang di dalam mobil, JH melintasi Jalan Lintas Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan itu sembari memvideokan.

Bukannya mendapat respon baik, Juli malah mendapati komentar tak enak dari beberapa netizen yang menuding bahwa ia yang merupakan seorang anggota DPRD Asahan justru tak mampu untuk mendesak pemerintah membangun jalan rusak tersebut.

Pemilik akun Facebook Nanda Erlangga, mengatakan bahwa bila seorang wakil rakyat mengeluh terkait jalan tersebut, bagaimana dengan masyarakat yang memangku tangan kepadanya.

"Jika DPRD tidak memiliki solusi untuk ini. Terus bagaimana dengan kami masyarakat kecil ini? Apakah kalian di gaji hanya untuk diam saja bu," komen Nanda.

Bahkan, postingannya tersebut ditanggapi oleh anggota DPRD lainnya Andie Frans Sitorus yang mempertanyakan kerja dari Juli.

"Betul itu, apa korjo(kerja) bu Juli," tulis Andi.

Nanda Erlangga, saat dikonfirmasi Tribun-Medan.com, Sabtu (26/11/2022) menyatakan heran dengan aksi Juli yang seakan-akan melecehkan.

Sebab, menurut Nanda, memvideokan jalan rusak tersebut bukanlah tugas dari seorang anggota dewan, tetapi mengusulkan pembangunan.

"Jika seorang anggota dewan saja bingung dengan kondisi jalan rusak, kami masyarakat bisa apa? Seharusnya mereka para pejabat melakukan pembangunan bukan malah ikut mengeluh," kata Nanda.

Menurut ketua gerakan anak Sumatera Anti Kezoliman ini mengaku, tingkah Juli tersebut bukannya mendapatkan simpati masyarakat, melainkan mendapatkan cibiran dari masyarakat.

"Makanya, jangan berikan masyarakat janji politik saja. Seharusnya DPRD itu berfikir apa solusi tentang jalan rusak, bukan malah mempermewah diri sendiri," katanya.

Sementara Juni Hernani saat di konfirmasi tribun-medan.com mengaku sudah beberapa kali mengajukan agar jalan di Kecamatan Pulau Rakyat tersebut dapat diperbaiki.

"Memang ga semua masyarakat suka sama saya. Apa lagi ini tahun politik. Makasih kami DPRD Asahan sudah bolak balik ke Dinas Bina Marga, dan Bapeda Sumut untuk memohon agar jalan-jalan yang rusak tersebut diperbaiki," kata Juli melalui pesan singkat.

Menurutnya, video tersebut dipostingnya ke media sosial untuk mempertanyakan serta menyinggung pihak ke tiga dan Pemprov Sumut.

"Karena jalan sudah dianggarkan untuk dibangun atau diperbaiki. Pihak ke 3-nya itu kalau tidak salah, PT Waskita. Saya juga bingung kenapa sampai sekarang belum dilaksanakan kegiatannya, saya turut memposting jalan tersebut agar pihak ke 3 maupun Pemprov melihat, dan segera mempercepat pelaksanaan kegiatan," katanya.

Ia sadar, jalan tersebut kerap memakan korban. Namun, karena postingan tersebut telah disalahartikan, ia langsung menghapus postingan tersebut dari beranda facebooknya.

Sumber: tribunnews.com