JAKARTA, HETANEWS.com - Ukraina mengklaim sekelompok penasihat militer Iran tewas saat membantu tentara Rusia melancarkan invasi dari Semenanjung Crimea. Kabar itu disampaikan sekretaris dewan keamanan dan pertahanan nasional Ukraina, Oleksiy Danilov.

Namun, tidak diketahui berapa jumlah pasti militer Iran yang tewas dalam serangan yang dilancarkan Ukraina tersebut. Danilov hanya mengatakan bahwa pasukan militer Iran telah berada di Crimea untuk membantu pasukan Rusia berperang di kawasan itu.

Sementara laporan media Israel pada Oktober menyebut 10 penasihat militer Iran tewas akibat serangan Ukraina di Crimea.

"Anda seharusnya tidak berada di tempat yang tidak semestinya," kata Danilov seperti dikutip The Guardian, Jumat (25/11).

"Mereka berada di wilayah kami. Kami tidak mengundang mereka ke sini, dan jika mereka bekerja sama dengan teroris (Rusia) dan berpartisipasi dalam membantai bangsa kami, kami harus membunuh mereka," lanjut Danilov.

Danilov menjelaskan orang-orang Iran berada di Ukraina untuk membantu Rusia menerbangkan drone bersenjata dengan jenis Shahed-136. Iran diketahui sempat menyangkal keberadaan pesawat tak berawak mereka di Ukraina.

Namun pada akhirnya mengakui telah memasok "sejumlah kecil" drone ke Rusia beberapa bulan sebelum invasi. Kendati demikian, Iran tetap membantah telah mengirim orang untuk membantu Rusia menerbangkan drone.

"Kami tahu bahwa benda-benda ini tidak dapat terbang tanpa [orang yang mampu] mengoperasikannya, dan orang Rusia tidak memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya sendiri," kata Danilov menyangsikan bantahan Iran.

Danilov juga berujar pihaknya bakal terus menyerang musuh, termasuk Iran karena membantu Moskow, hingga mereka angkat kaki dari seluruh wilayahnya.

"Sampai seluruh wilayah kami bebas, tentara kami tidak akan berhenti, dan itu termasuk Crimea serta wilayah lainnya," ucapnya.

Rentetan serangan udara Rusia baik itu drone maupun rudal sejak Oktober telah menargetkan infrastruktur energi sipil Ukraina hingga membuat listrik di sebagian besar wilayah padam tepat di saat musim dingin menghantam.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan-serangan itu merupakan "kejahatan nyata terhadap kemanusiaan". Ia juga mengatakan Kyiv bakal mengajukan resolusi demi mengutuk "segala bentuk teror energi" di Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis menyalahkan Ukraina dengan menyebut bahwa Kyiv bisa saja "mengakhiri semua kemungkinan penderitaan penduduk sipil" jika memenuhi tuntutan Rusia.

Sejauh ini pun tidak diketahui apakah Iran juga telah mengirimkan rudal balistik untuk membantu Rusia.

Sumber: cnnindonesia.com