PALEMBANG, HETANEWS.com - Seorang mahasiswa dari salah satu universitas swasta di Palembang berinisial PB (20) warga Desa Sari Agung, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, tewas dibakar temannya sendiri. Pelaku berinisial HD (20) tega melakukan perbuatan tersebut lantaran ingin menguasai mobil milik korban.

Menurut keterangan dari Kasatreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKP Hamsal, tersangka memang awalnya berniat untuk merampas mobil jenis Honda brio milik korban, namun saat melancarkan aksinya si korban melakukan perlawanan. Tersangka yang kalap lantas membunuh PB. Untuk menghilangkan jejak, pelaku tersebut berinisiatif untuk membakar jasad korban.

Polisi dengan cepat dapat menemukan tersangka berkat bantuan CCTV di beberapa titik lokasi. "CCTV itu membantu pengungkapan kasus. Karena itulah dipasang di banyak titik, terutama di jalan yang sepi dan rawan kriminalitas," kata dia.

Peristiwa nahas itu bermula saat tersangka mengajak PB, main ke kampungnya di Belitang, OKU Timur. Mereka pun bertemu di Indralaya, Ogan Ilir. Keduanya ternyata baru saling mengenal saat berkuliah.

"Tersangka mengajak korban karena ingin merampas mobilnya," tutur Hamsal.

Dalam perjalanan, tepatnya pada Tanjung Senai, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (22/11) malam, tersangka melancarkan aksinya namun sempat dilawan korban. Mendapat perlawanan dari korban, tersangka lantas menusuk korban sebanyak tiga kali di dada, perut dan leher bagian belakang hingga tewas.

Tersangka kemudian memasukkan jasad korban ke bagasi mobil. Kendaraan itu dibawa ke rumahnya tanpa menunjukkan gelagat mencurigakan.

"Jasad korban dimasukkan dalam bagasi mobil dan diinapkan semalam di rumah tersangka," ujarnya.

Hamsal menyebutkan tersangka juga didapati telah membeli dua liter pertalite untuk membakar korban. Keesokan harinya dia pun pergi ke sebuah ladang untuk membakar mayat korban.

"Pembunuhan terjadi di Ogan Ilir, mayatnya dibawa ke rumah tersangka di OKU Timur dan dibakar di sebuah lahan. Tujuannya untuk menghilangkan jejak," ungkap Hamsal, Kamis (24/11).

Mayat PB pertama kali ditemukan oleh warga Desa Girimulyo, Kecamatan Belitang Jaya, OKU Timur. Mereka dibuat geger dengan penemuan mayat dalam kondisi gosong akibat terbakar.

Mayat tersebut ditemukan tergeletak oleh kepala desa setempat saat mengecek lahan, Rabu (23/11) sore. Selain terbakar, terdapat juga bekas sejumlah luka tusuk senjata tajam, seperti di dada, perut, leher bagian belakang.

Tersangka mengaku nekat menghabisi nyawa dan merebut mobil milik temannya itu dengan maksud akan menjual mobil untuk membeli ekstasi, serta menonton organ tunggal di wilayah Ogan Komering Ilir.

"Belum sempat dijual, tersangka sudah kami amankan. Niatnya mencari tawaran orang Jawa biar tidak mudah terdeteksi," kata dia.

Dari pengakuannya juga, tersangka pernah menjalani rehabilitasi karena menjadi pecandu narkoba beberapa tahun lalu. Karena pengakuaannya polisi pun berencana akan melakukan tes urin terhadap tersangka.

"Alasannya sudah candu narkoba, makanya ingin mengambil mobil itu dan menjualnya untuk membeli narkoba," ujarnya.

Dalam kasus ini, HD dapat dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Penyidik menilai tersangka telah merencanakan pembunuhan jauh sebelum bertemu dengan korban di tempat janjian.

"Hukumannya bisa seumur hidup bahkan hukuman mati," tegasnya.