DAIRI, HETANEWS.com - Bupati Dairi Eddy Berutu membuka Pelatihan Pemberdayaan Usaha Melalui Digitalisasi Pemasaran yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM di aula The One's Hotel, Kamis (24/11).

Ia menyampaikan pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan kelembagaan potensi dan pengembangan usaha mikro. Pasalnya, akhir-akhir ini sektor UMKM mendapat perhatian serius dari pemerintah. Presiden Jokowi bahkan menyampaikan sektor UMKM menjadi penopang kemandirian ekonomi bangsa di tengah tantangan dan krisis multisektor yang melanda dunia.

Selain bertujuan mengembangkan UMKM, kata Eddy, kegiatan ini juga sekaligus meningkatkan minat, pengetahuan dan pemahaman para UMKM dalam membangun relasi sebagai penggerak bisnis online.

"Bagaimana berkomunikasi yang baik dengan pelanggan, adalah hal kecil namun sangat penting kita kuasai," kata Eddy dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11/2022).

Dalam kesempatan ini, Eddy berpesan agar para pelaku usaha tidak patah semangat meski saat ini iklim usaha yang kurang sehat. Ia meminta agar para pelaku usaha dapat tetap berusaha dan memanfaatkan teknologi demi kemajuan usaha

"Jangan berkecil hati. Dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Bahkan diprediksi tahun depan jauh lebih sulit.Kreatiflah dan jangan boros," katanya.

Ia pun menambahkan di tengah kondisi krisis saat ini, dunia mengalami perubahan. Bahkan, banyak perusahaan yang besar pada masanya tak mampu bertahan.

"Yang bertahan pun bukan yang besar dan kuat, seperti nokia atau seperti negara yang berkuasa namun perusahaan dan negara yang adaptif dan cepatlah yang survive. UMKM itu lebih leluasa bergerak. Perubahan zaman saat ini sedang menuju pada UMKM yang seperti bapak ibu lakukan. Jadi tetap semangat," ungkapnya.

Sementara itu Malum boru Kudadiri, salah seorang peserta pelatihan dan pengurus Pokdarwis Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo menyampaikan keluhan terkait kondisi usaha pariwisata saat di terpa pandemi 2 tahun terakhir. Dikatannya, kondisi ini membuat ia dan rekannya harus memberdayakan segala sesuatu demi menghidupi keluarga.

"2 tahun usaha di TWI nyaris tanpa pengunjung pak, Kami mesti memutar otak untuk membuat usaha apa saja agar roda ekonomi kami tetap berputar," urainya.

Kondisi ini, kata Malum, menjadi salah satu alasan ia dan rekannya membentuk Pokdarwis yang memberdayakan seluruh anggota mengolah usaha keripik ubi sebagai usaha pendukung. Ia pun berharap pemerintah dapat selalu melakukan pendampingan agar usaha masyarakat tetap berjalan.

Sebagai informasi, hadir dalam kegiatan ini Kadisperindagkop, mewakili Kadis Perijinan, Pimpinan Cabang, Bank BNI 46 Sidikalang, Kepala KP2KP, Bank Sumut, dan para peserta pelatihan.