SIANTAR - Jaksa Penuntut Umum Heri Santoso, menuntut terdakwa Franky Sitorus (26) selama 9 tahun penjara. Juga denda Rp 2,5 Milyar jika tidak dibayar diganti pidana penjara 6 bulan.

Franky warga jalan Tangki Lorong XX, terbukti menjadi perantara (kurir) dalam jual beli narkotika sabu sebanyak 31,65 gram. Ia dipersalahkan jaksa melanggar pasal 112 (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

"Menuntut, agar terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 9 tahun...," kata Heri disidang Kamis (24/11/2022) di Pengadilan Negeri Siantar.

Hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan.

Menurut jaksa, terdakwa Franky ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar pada Senin (20/6/2022) sekira pukul 16.00 wib di jalan Handayani Kelurahan Bah Kapul Siantar Sitalasari. Ia membuang sesuatu ke tanah saat melihat petugas Syamuel Simorangkir dan Hitman Aritonang.

Setelah diperintahkan untuk diambil, ternyata sepaket sabu yang dibungkus kertas tissu bertuliskan 10,52. Berdasarkan hasil penimbangan oleh penyidik, ternyata sepaket sabu yang bertuliskan 10,52 tersebut seberat 31,65 gram.

Ia mengakui disuruh Wisnu untuk mengantarkan sabu kepada seseorang yang memesan. Dan sudah sering mengantarkan sabu atas perintah Wisnu dengan upah pakai sabu gratis.

Sabu sebanyak itu diperoleh terdakwa dari Rafael. Selain sabu turut diamankan Honda PCX putih tanpa plat dan dinyatakan jaksa agar dikembalikan kepada Rusmawaty Simatupang.

Terdakwa Franky dalam persidangan didampingi pengacara Erwin Purba dari BBH USI Posbakum PN Siantar, memohon kepada hakim agar memberikan putusan yang seringan-ringannya. Alasan terdakwa karena sangat menyesali perbuatannya.

"Mohon ringankan hukuman saya yang mulia,saya menyesal," kata terdakwa saat menyampaikan nota pembelaannya.

Persidangan dipimpin hakim Renni P Ambarita dinyatakan ditunda hingga Kamis (1/12/2022) mendatang dengan agenda persidangan pembacaan vonis.