HETANEWS.com - Pemeran Thor, Chris Hemsworth baru-baru ini mengungkapkan rencananya untuk rehat sementara dari dunia peran usai menyelesaikan promo serial teranyarnya, Limitless.

Hal ini terkait kondisi kesehatannya, yang mana dia didiagnosis berisiko mengidap penyakit Alzheimer. Chris Hemsworth disebut memiliki risiko terkena penyakit Alzheimer 8 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan orang lainnya.

Seperti diberitakan Kompas.com, Chris Hemsworth memiliki dua salinan gen APOE4, satu dari ibunya dan satunya lagi berasal dari ayahnya, yang menurut penelitian terkait dengan peningkatan risiko Alzheimer.

Lantas, penyakit apa itu Alzheimer yang berisiko diidap pemeran Thor, Chris Hemsworth?

Dikutip dari Mayoclinic, Selasa (22/11/2022) penyakit Alzheimer adalah gangguan neurologis progresif yang menyebabkan otak menyusut (atrofi) dan sel-sel otak mati.

Alzheimer adalah penyebab paling umum dari demensia. Penyakit yang didiagnosis berisiko diidap Chris Hemsworth ini ditandai dengan penurunan fungsi otak secara terus-menerus dalam ketrampilan berpikir berperilaku.

Selain itu, penyakit ini secara sosial juga dapat memengaruhi kemampuan kemandirian seseorang. Tanda-tanda awal penyakit ini termasuk melupakan kejadian atau percakapan yang baru terjadi.

Seiring perkembangan penyakit, seseorang dengan penyakit Alzheimer akan mengembangkan gangguan ingatan yang parah dan kehilangan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari.

Sementara itu orang dengan Alzheimer kebanyakan didiagnosis setelah usia 65 tahun. Jika diagnosa sebelum itu, umumnya disebut dengan penyakit Alzheimer awal.

Penyebab Alzheimer

Penyakit Alzheimer Chris Hemsworth, yang berpotensi diidapnya membuat sang aktor mengumumkan dirinya untuk hiatus dari dunia film. Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit Alzheimer masih belum sepenuhnya dipahami.

Kehilangan penciuman juga bisa menjadi gejala Alzheimer, bahkan sebelum pasien memenuhi kriteria diagnostik untuk penyakit otak degeneratif. Sangan penting perawatan setelah didiagnosis alzheimer pada Orang Dengan Demensia (ODD).(SHUTTERSTOCK)

Namun pada tingkat dasar, penyakit ini membuat protein otak gagal berfungsi secara normal, sehingga mengganggu kerja sel otak (neuron) dan memicu serangkaian peristiwa beracun. Jika neuron ini rusak, maka sel otak akan kehilangan koneksi satu sama lain dan akhirnya mati.

Para ilmuwan percaya bahwa bagi kebanyakan orang, penyakit Alzheimer disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan yang memengaruhi otak dari waktu ke waktu.

Hanya kurang dari 1 persen penyakit Alzheimer yang disebabkan oleh perubahan genetik tertentu yang hampir menjamin seseorang akan mengembangkan penyakit tersebut. Kejadian langka ini biasanya mengakibatkan timbulnya penyakit pada usia paruh baya.

Pengobatan dan pencegahan Alzheimer

Tak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Alzheimer. Pada stadium lanjut penyakit ini, komplikasi dari hilangnya fungsi otak yang parah dapat mengakibatkan dehidrasi, malnutrisi, atau infeksi.

Namun obat-obat Alzheimer hanya dapat memperbaiki atau memperlambat perkembangan gejala Alzheimer untuk sementara. Perawatan ini terkadang dapat membantu penderita Alzheimer memaksimalkan fungsi dan mempertahankan kemandiriannya untuk sementara waktu.

Meski begitu sejumlah faktor risiko gaya hidup dapat dimodifikasi sebagai upaya untuk mencegah Alzheimer. Bukti menunjukkan bahwa perubahan pola makan, olahraga dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer.

Pilihan gaya hidup yang bisa dilakukan antara lain: berolahraga secara teratur, mengonsumsi produk segar, minyak sehat, mengelola tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol tinggi, berhenti merokok.

Penelitian juga menunjukan bahwa risiko Alzheimer dapat diturunkan dengan berpartisipasi dalam acara sosial, membaca, menari, memainkan alat musik, bermain catur, serta melakukan aktivitas lain yang memerlukan keterlibatan mental dan sosial.

Baca juga: Untuk Mengungkap Rahasia Umur Panjang, Chris Hemsworth Mempertaruhkan Tubuhnya

Sumber: kompas.com