JAKARTA, HETANEWS.com - Marthino Lio raih piala citra dalam kategori pemeran Pria Terbaik atau Aktor Terbaik dalam Festival Flim Indonesia (FFI) 2022. FFI 2022 yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Selasa, 22 November 2022.

Marthino Lio harus bersaing dengan nominasi lainya seperti Bio One, Kevin Ardiola, Oka Antara, dan Vino G Bastian. Ketika Aktris Raihaanun membacakan nominasi pemenang aktor terbaik, nama Marthino Lio keluar sebagai juara.

Marthino Lio raih piala aktor terbaik berkat perannya sebagai Ajo Kawir di Film 'Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas' pada tahun 2021.

"Pemenang kategori Pemeran Utama Pria terbaik adalah Marthino Lio," ucap Raihaanun di panggung FFI 2022.

Atas pencapaian tersebut, Marthino Lio ucapkan rasa sykur dan bangga bisa meraih aktor terbaik.

"Alhamdullilah, ini bentuk apresiasi dan aku sangat menghargainya," ujar Marthino.

Akan tetapi, pemain film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" ini mengatakan tidak akan ada yang berubah setelah dirinya mendapat piala. Menurutnya, piala citra merupakan sebuah bentuk penghargaan atas usahanya di bidang akting.

"Udah lah masih sama aja kok, harapan kedepannya tetap mau berakting, memberikan yang terbaik tanpa beban," katanya.

Piala citra tersebut dipersembahkan Marthino untuk keluarga yang selalu mendukungnya dan cerita-cerita bagus di perfilman Indonesia.

Ini merupakan piala citra pertama bagi Marthino. Sebelumnya, dia sempat masuk nominasi untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2018, namun tidak berhasil mendapat penghargaan.

Film "Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas" total meraih lima piala citra yakni Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Edwin, Eka Kurniawan), Penata Busana Terbaik (Gemailla Gea Geriantiana), Pemeran Perempuan Utama Terbaik (Ladya Cheryl), Sutradara Terbaik (Edwin) dan Pemeran Pria Utama Terbaik (Marthino Lio).

Akan tetapi, Ladya dan Edwin sama-sama tidak hadir dalam malam anugerah FFI 2022 tersebut.

Daftar Pemenang FFI 2022.

Penulis Skenario Asli Terbaik:

Makbul Mubarak ("Autobiography")

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik:

Edwin, Eka Kurniawan ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas")

Penata Suara Terbaik:

Mohamad Ikhsan, Anhar Moha ("Pengabdi Setan 2: Comunnion")

Pemeran Pendukung Pria Terbaik:

Slamet Rahardjo Djarot ("Cinta Pertama, Kedua & Ketiga")

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik:

Putri Marino ("Losmen Bu Broto")

Film Animasi Pendek Terbaik:

"Blackout"

Film Cerita Pendek Terbaik:

"Dancing Colors"

Penyunting Gambar Terbaik:

Akhmad Fesdi Anggoro ("Before, Now & Then (Nana)")

Penata Efek Visual Terbaik:

Abby Eldipie ("Pengabdi Setan 2: Communion")

Penata Busana Terbaik:

Gemailla Gea Geriantiana ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas")

Penata Rias Terbaik:

Eba Sheba ("Kadet 1947")

Pengarah Artistik Terbaik:

Vida Sylvia ("Before, Now & Then (Nana)")

Film Dokumenter Pendek Terbaik:

"Gimbal" - Sidiq Ariyadi

Film Dokumenter Panjang Terbaik;

"Ininnawa: An Island Calling" - Afran Sabran

Pengarah Sinematografi Terbaik:

Batara Goempar, I.C.S ("Before, Now & Then (Nana)")

Penata Musik Terbaik:

Ricky Lionardi ("Before, Now & Then (Nana)")

Pencipta Lagu Tema Terbaik:

Andi Rianto dan Monty Tiwa (Lagu: "Melangkah")

Pemeran Utama Pria Terbaik:

Marthino Lio ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas")

Pemeran Utama Perempuan Terbaik:

Ladya Cheryl ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas")

Sutradara Terbaik:

Edwin ("Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas")

Film Cerita Panjang Terbaik:

"Before, Now & Then (Nana))"

Karya Kritik Film Terbaik:

Perempuan Sebagai Ilusi: Politik Seksual Film "Love For Sale"

Penghargaan Seumur Hidup

Rima Melati

Aktris Pilihan Penonton

Aghniny Haque

Aktor Pilihan Penonton Penghargaan Benyamin Sueb

Vino G Bastian

Film Pilihan Penonton

"Mencuri Raden Saleh"

Sumber: fin.co.id