HETANEWS.com - Timnas Arab Saudi berhasil mengalahkan Argentina pada laga Piala Dunia, Selasa 22 November 2022. Dengan hasil tersebut, Raja Salman, yang merupakan Raja Arab Saudi saat ini sampai memutuskan hari Rabu (23/11) sebagai hari libur nasional.

Raja berusia 86 tahun itu "memerintahkan bahwa besok, Rabu, menjadi hari libur bagi semua karyawan di sektor publik dan swasta, serta siswa pria dan wanita di semua tingkat pendidikan,” dilansir dari saluran Al-Ekhbariya.

Kemenangan tersebut ternyata membuat Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) bahagia. Dia dikabarkan akan memberi setiap pemain Timnas Arab Saudi sebuah mobil Rolls-Royce Phantom, seperti yang diwartakan oleh iNews, Rabu (23/22/2022).

Hal ini terkesan bukan hal yang mengagetkan mengingat MBS termasuk dari 15.000 anggota Keluarga Kerajaan Arab Saudi yang kaya raya. House of Saud mempublikasikan jumlah dari anggota Kerajaan, dan 4.000 di antaranya adalah Pangeran.

Kekayaan ribuan pangeran tersebut bila digabungkan bisa mencapai USD1,4 triliun atau sekitar 21.867 triliun (21,86 kuadriliun). jumlah tersebut jauh dari kekayaan Elon Musk, orang terkaya di dunia dengan yang totalnya mencapai USD113 miliar.

Sementara itu, Bloomberg memperkirakan total kekayaan Kerajaan Arab Saudi mencapai USD95 miliar atau setara Rp1.483 triliun (1,48 kuadriliun). Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan kekayaan bersih Kerajaan Inggris yang diperkirakan Forbes sebesar USD88 miliar.

Kerajaan Arab Saudi memiliki kekayaan yang besar hingga mampu memberi setiap pemain timnasnya sebuah mobil Rolls-Royce Phantom usai menang atas Argentina.

Meskipun tidak ada data mutlak sumber kekayaan keluarga kerajaan, namun monarki tersebut memiliki perusahaan minyak paling menguntungkan di dunia, Aramco.

Kerajaan monarki Arab Saudi didirikan oleh Abdulaziz bin Abdul Rahman bin Faisal atau lebih dikenal Ibn Saud, pada 1902. Ia memerintah kerajaan tersebut hingga tahun 1953.

Raja Salman yang mulai berkuasa pada tahun 2015 merupakan generasi keenam dari pemerintahan Ibn Saud. Dia termasuk orang yang tradisionalis, terlihat dari penolakannya terhadap sistem demokrasi, serta penerapan hukuman penjara dan cambuk untuk kasus penistaan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, ada rumor jika kekuasaan secara de facto dipegang oleh sang anak, Putra Mahkota Mohammed bin Salman. MBS diangkat sebagai putra mahkota pada tahun 2017, dan sejak saat itu ia telah melakukan beberapa perubahan, salah satunya adalah perubahan undang-undang yang mengizinkan wanita untuk mengemudikan kendaraan.

Meski begitu, ia juga mendapat kritikan karena sejak tahun 2017 menjalankan “operasi pembersihan” untuk menyita aset dari ratusan keluarga kerajaan atas dasar operasi anti-korupsi.

Pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi, yang terkenal berseberangan dengan keluarga kerajaan, ikut mencoreng nama Pangeran Mohammed, meskipun dia telah membantah keterlibatannya.

Sumber: idxchannel.com