MEDAN, HETANEWS.com - Kesedihan menyelimuti keluarga Safitri (32), korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di pinggir sungai di Kecamatan Medan Amplas.

Korban ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian dan ditutup karung. Isak tangis dan suasana duka terlihat di rumah duka di Jalan Medan Area Selatan, Gang Akusdi, Kecamatan Medan Area Kota Medan, Kamis (24/11/2022).

Salah seorang keluarga korban, Sri (53) mengaku mendapat kabar dari foto yang beredar di media sosial soal penemuan mayat wanita. "Terus kami lihat, karena kami dapat kabar dia (korban) dibawa orang, katanya diculik," katanya.

Tak lama berselang, ibu korban bernama Rumiyana (53) dipanggil oleh pihak kepolisian dan mengabari jika mayat wanita itu adalah putri sulungnya. "Ibunya dari semalam ke Polsek Patumbak, ini sekarang lagi di Polrestabes Medan," kata Sri.

Keluarga mengungkapkan kalau korban mengalami keterbelakangan mental. "Dia ini anak pertama dari tiga bersaudara, dia tinggal sama mamaknya di sini, kalau bapaknya udah meninggal lima tahun lalu," ucapnya.

"Dia memang ada mengalami keterbelakangan mental, tapi biasa dia main-main di sini saja, paling ke depan gang terus pulang," sambungnya.

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat mengikuti ibunya pergi ke arah pusat perbelanjaan modern di Jalan Emas Medan. "Tapi gak tahu kami apa hilangnya di sana apa gak, tahu-tahu dapat kabar sudah meninggal," jelas Sri.

Oleh sebab itu, pihak keluarga korban tak habis pikir mengapa pelaku tega menghabisi nyawa wanita tersebut. "Kok tega gitu ya, sampai hati membunuh korban ada keterbelakangan mental, sadis sekali," jelasnya.

Keluarga berharap kepada polisi untuk mengungkap pelaku pembunuhan dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya. "Pelaku kalau bisa hukuman mati, kayak gitu dibuatnya keponakan kami," ungkapnya.

Sementara itu, Wahyuni (28) adik kandung korban tampak terus menangis di rumah duka. "Saya takut kakak saya diperkosa juga lalu dibunuh," ungkapnya.

Wahyuni juga berharap agar pelaku yang menghabisi nyawa kakaknya agar dihukum setimpal. "Kakak saya kan ada keterbelakangan mental, walaupun gitu saya sangat sayang dengan dia (korban)," jelas Wahyuni.

"Makanya harapannya dihukum berat saja, dihukum mati," pungkasnya.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago menjelaskan jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Masih dilakukan autopsi, untuk mengetahui terkait dugaan pemerkosaan terhadap korban ada atau tidak," pungkasnya.

Sebelumnya, warga di sekitar Kecamatan Medan Amplas, Sumatera Utara, digegerkan dengan penemuan mayat wanita di pinggir sungai.

Mayat wanita tersebut ditemukan tanpa busana pada Selasa (22/11/2022). Polisi yang mendapat laporan turun ke lokasi.

Selanjutnya, mayat wanita itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi.