MEDAN - Satpol PP Kota Medan akan gencar melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL), demi mengatasi kemacetan yang terjadi di Kota Medan.

Penertiban itu merupakan hasil evaluasi tim gabungan yang dihadiri Satpol PP dan Satlantas Polrestabes Medan, setelah diberlakukan perubahan arus lalu lintas, terpantau beberapa titik jalan masih ada yang mengalami kemacetan, di antaranya Jalan Stasiun Kereta Api Medan.

Berdasarkan hasil evaluasi, kemacetan di Jalan Kereta Api Medan disebabkan banyaknya pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang sisi kanan jalan.

"Baik, kami akan lakukan upaya penertiban di titik-titik yang menghambat perubahah arus lalu lintas. Izin pak mohon bantuannya agar kita bisa juga membantu dan berkolaborasi dalam perubahan lalin ini," jelas Sekretaris Satpol PP Medan Taufik menanggapi hasil rapat evaluasi tersebut, Rabu (23/11/2022).

Nantinya, kata Taufik, pihaknya akan melakukan penertiban setiap 30 menit sekali, di 30 titik rekayasa lalu lintas.

"Khususnya di Jalan Kereta Api Medan ini, jika perlu kita turunkan personil untuk berjaga di jalan tersebut," ungkapnya.

Seperti diketahui, Dinas Perhubungan Medan mulai Sabtu (19/11/2022) lalu melakukan perubahan arus lalu lintas di 13 titik ruas jalan di Kota Medan.

Sekretaris Dishub Medan, Suriono menyebutkan, adapun saat ini ruas jalan yang masih sering terjadi kemacetan berada di kawasan Medan Johor.

Menurutnya kemacetan di Medan Johor lantaran kondisi jalannya cukup kecil, tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Sementara, usai dilakukan perubahan arus lalu lintas, kondisi Jalan Pattimura dan Jalan Mongonsidi kondisinya kini normal tanpa adanya kemacetan.

"Berdasarkan laporan tadi area tersebut berjalan normal tidak ada kemacetan ataupun permasalahan di area tersebut," jelasnya.

Mengingat beberapa titik dalam perubahan lalu lintas semakin macet, Suriono mengaku pihaknya akan terus lakukan evaluasi.

"Saya kira perubahan itu bukan suatu hal yang tabu, kita lakukan perubahan itu untuk penyesuaian, bukan artinya kita membatalkan apa yang sudah kita laksanakan sehingga program ini bisa berjalan dengan lancar," ucap Suriono.

Sehingga, ke depan Dishub Medan akan terus melakukan penyempurnaan usai diberlakukan perubahan arus lalu lintas di 13 titik ruas jalan di Kota Medan.