JAKARTA, HETANEWS.com - KPK tengah melakukan penyidikan perkara dugaan korupsi suap dan gratifikasi yang menjerat seorang perwira polisi, AKBP Bambang Kayun Bagus PS. Dia dijerat dalam kasus dugaan pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT Aria Citra Mulia (ACM).

Bambang dijerat sebagai tersangka dalam kapasitasnya saat menjabat Kepala Subbagian Penerapan Pidana dan HAM Bagian Penerapan Hukum Biro Bankum Divisi Hukum Polri.

"Benar KPK telah memulai penyidikan baru mengenai dugaan korupsi suap dan gratifikasi terkait dengan pemalsuan surat dalam perkara perebutan hak ahli waris PT ACM," kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/11).

Ali belum membeberkan lebih jauh terkait konstruksi kasus tersebut. Juga belum mengungkap berapa jumlah transaksi dugaan suap yang melibatkan pejabat kepolisian itu.

Dia hanya mengatakan bahwa dalam perkara ini, selain Bambang, juga telah ditetapkan beberapa pihak sebagai tersangka.

"Adapun pihak yang menjadi tersangka salah satunya benar pejabat di Divisi Hukum Kepolisian RI saat itu dan juga dari pihak swasta," kata Ali.

"KPK secara resmi akan menyampaikan identitas dari pihak-pihak yang ditetapkan sebagai Tersangka, kronologi dugaan perbuatan pidananya dan pasal yang disangkakan tentunya setelah proses penyidikan ini kami nyatakan cukup," sambung Ali.

Bambang Kayun sudah dicegah ke luar negeri oleh Dirjen Imigrasi atas permintaan KPK. Ia dicegah ke luar negeri untuk 6 bulan ke depan.

Atas status tersangkanya tersebut, Bambang menggugat KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam gugatannya, Bambang meminta kepada majelis hakim untuk membatalkan penetapan tersangka oleh KPK terhadap dirinya.

Kemudian, Bambang juga meminta agar pemblokiran rekening dirinya oleh KPK tidak berkekuatan hukum dan tidak sah. Bambang juga meminta majelis hakim menghukum kerugian akibat ia ditetapkan sebagai tersangka sebanyak Rp 25 juta per bulan, terhitung sejak Oktober 2021 hingga November 2022.

Belum ada pernyataan dari Mabes Polri maupun Bambang Kayun atas penetapan tersangka ini. Di sisi lain, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Irjen Karyoto menyatakan siap melawan gugatan tersebut.