MEDAN, HETANEWS.com - Dinas Pendidikan Sumut mengaku sudah memeriksa Kepala SMA Negeri 6 Medan, Siti Rahmah Lubis yang diduga telah melakukan korupsi dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan uang SPP.

Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Asren Nasution mengatakan, mereka sudah memanggil Kepala SMA Negeri 6 Medan, Siti Rahmah Lubis. "Sudah kami periksa. Saat ini masih kami kaji lebih dalam lagi," kata Asren, Selasa (22/11/2022).

Asren mengatakan, mereka belum bisa memberikan keputusan sekarang ini, karena masih mempertimbangkan segala fakta yang ada. "Nanti setelah itu (pemeriksaan), baru kami putuskan hasilnya," kata Asren.

  • 35 tenaga pendidik buat petisi

Kasus dugaan korupsi dana BOS dan uang SPP yang disinyalir dilakukan Kepala SMA Negeri 6 Medan, Siti Rahmah Lubis mencuat setelah adanya petisi dari 35 tenaga pendidik di SMA Negeri 6 Medan kepada Cabdis Pendidikan Medan Selatan.

Para tenaga pendidik ini menyampaikan beragam keluhan, terkait tindak kesewenang-wenangan Siti Rahmah Lubis.

Dalam petisinya, para guru menyebut bahwa Siti Rahmah Lubis kerap melakukan intimidasi, memangkas tugas guru, hingga meniadakan lagi jatah air minum kemasan untuk para guru.

"Kami sudah sempat menemui Kacabdis, mereka berjanji akan menyampaikan keluhan para guru pada Kadisdik Sumut," kata NI, satu diantara guru yang melakukan protes, Senin (21/11/2022).

NI mengatakan, banyak ketimpangan yang sudah dilakukan Kepala SMA Negeri 6 Medan. Misalnya saja, soal pengelolaan dana BOS dan SPP.

Selama ini, pengelolaan dana BOS dan SPP dikelola oleh Siti Rahmah Lubis, tanpa diketahui peruntukannya secara jelas. Bendahara BOS dan Bendahara SPP, bahkan dipangkas tugas pokok dan fungsinya.

Semua urusan keuangan, diambil alih oleh Siti Rahmah Lubis. "Meski sudah kami laporkan ke Kacabdis, tapu belum ada tanggapan apapun sampai saat ini," kata NI.

Ia mengatakan, bukan hanya dugaan korupsi saja yang diduga dilakukan oleh Siti Rahmah Lubis. Kepala SMA Negeri 6 Medan ini juga patut diduga melakukan perbudakan terhadap guru dan tenaga pendidik. Satu diantara banyak contoh adalah dengan memaksa para guru dan tenaga pendidik untuk melaksanakan piket tanpa dibayar.

Kemudian, para guru yang mengajar ekstrakurikuler juga dipaksa bekerja tanpa diberikan uang transport. Agar aksinya berjalan mulus, Siti Rahmah Lubis memaksa para guru untuk membuat surat pernyataan, yang isinya bersedia melaksanakan tugas tanpa dibayar.

Para guru dan tenaga pengajar diintimidasi sedemikian rupa, agar tidak melawan dan patuh terhadap Siti Rahmah Lubis. Tidak sampai di situ saja ulah kejam Siti Rahmah Lubis. Kepala SMA Negeri 6 Medan ini juga membatasi air minum para guru.

Baca juga: Kepala Sekolah MAN Binjai Dicurigai Korupsi Dana BOS, Siswa Sampai Demo Selama ini, ada air mineral kemasan yang tersedia.

Sekarang, sudah diganti dengan air isi ulang. Bahkan, gula, teh dan kopi yang biasanya ada untuk guru, sekarang sudah dihentikan tanpa alasan yang jelas.

Lalu, ada juga intimidasi dalam bentuk pembatasan kegiatan para guru. Kepala SMA Negeri 6 Medan sengaja memasang CCTV yang dilengkapi perekam suara, untuk memantau kegiatan para guru.

Baca juga: Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMA N 6 Binjai Kembalikan Rp 500 Juta ke Kejaksaan Jika para guru berkumpul untuk melakukan diskusi, mereka selalu dicurigai.

Saat akan mengajukan berkas untuk ditandatangani, Kepala SMA Negeri 6 Medan ini juga kerap melakukan teror kepada para guru.

Dari 59 tenaga pendidik di SMA Negeri 6 Medan, 35 orang sudah membuat tanda tangan dan petisi, meminta Dinas Pendidikan Sumut segera memeriksa dan mencopot Siti Rahmah Lubis.

Banyak guru dan tenaga pendidik, khususnya yang non PNS, tidak nyaman dengan cara kepimpinan Siti Rahmah Lubis.

Sayangnya, saat dikonfirmasi Tribun-medan.com, Siti Rahmah Lubis tak mau memberikan keterangan.Sampai saat ini, Siti Rahmah Lubis bungkam.