MEDAN, HETANEWS.com - Kasus pencabulan yang dilakukan MAA anak Muhammad Rafiq Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu Utara terhadap anak di bawah umur berakhir damai. MAA yang sempat ditahan kini sudah dibebaskan, bahkan MAA akan menikahi wanita yang dicabulinya itu.

MAA awalnya ditangkap personel Satreskrim Polrestabes Medan pada Senin (31/10) lalu. Pelaku ditangkap karena ada laporan dari orang tua anak yang dicabuli MAA.

PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir mengakui kasus tersebut berakhir damai. Kedua keluarga sudah sudah sepakat ingin menikahkan keduanya.

Fathir menegaskan meski sepakat berdamai, perkara MAA tetap berjalan sampai saat ini. "Yang pasti berkas perkara masih berjalan. Kita lihat ke depannya bagaimana nanti," ujarnya, Senin (21/11/2022).

Ada pun MAA kini tengah ditangguhkan dari sel tahanan Polrestabes Medan. Hal itu untuk proses pernikahan yang mau dilakukan kedua belah pihak.

"Saat ini korban dan pelaku berencana sepakat untuk menikah," jelasnya.

Anak Wakil Ketua DPRD Labura Berpacaran dengan Wanita yang Dicabulinya

Pengacara korban, Baginda P Lubis, menjelaskan kejadian bermula saat pelaku mengajak korban berpacaran pada Mei 2022 silam.

MAA yang merupakan mahasiswa ini kemudian mencabuli IS setelah sebulan pacaran. Padahal IS masih duduk di bangku SMA. Pencabulan itu terjadi pada Juni 2022.

"Kasus ini terungkap saat orang tua IS curiga terhadap sikap korban. Orangtua korban bertanya apa yang terjadi. Setelah mendengar penuturan korban, orang tuanya buat laporan ke Polrestabes Medan pada 15 Juli 2022," jelas Baginda.

"MAA ini anak dari Wakil Ketua DPRD Labura berinisial MR. Kasus ini terungkap saat orang tua IS curiga terhadap sikap korban. Orang tua korban bertanya apa yang terjadi. Setelah mendengar penuturan korban, orangtuanya buat laporan ke Polrestabes Medan pada 15 Juli 2022," jelasnya.

Berdasarkan hasil visum korban, kata Baginda, ditemukan adanya bekas luka di alat vital korban. Ia pun berharap Polrestabes Medan dapat memprotes kasus tersebut secara profesional.

"Itu di hari yang berbeda, ada jeda seminggu. Di mobil memang tidak ada persetubuhan. Tapi ada pemaksaan korban disuruh buka baju dan tangannya diarahkan ke kelamin pelaku," kata pengacara IS, Baginda P Lubis, Rabu (2/11/2022).

Baginda menyebut, saat berada di rumah pelaku, MAA mencabuli korban secara paksa. Dia berusaha mencabuli korban sehingga menyebabkan alat kelamin korban terluka. "Ada luka robek baru. Itu lah hasil visum," sebutnya.

Akibat perbuatan itu, IS sampai saat ini masih trauma. Korban masih takut keluar rumah sendirian, atau pergi sekolah. "Jadi dia harus dikawani. Niat dia untuk sekolah juga berkurang. Bahkan dia belum sekolah mulai kejadian kemarin, pada 14 Juni 2022," jelasnya.

Baca juga: Anak Wakil Ketua DPRD Labura Akan Nikahi Wanita yang Dicabulinya