SIMALUNGUN - Terdakwa HR als Uji (22) memohon kepada majelis hakim PN Simalungun agar hukumannya diringankan. Hal itu dia sampaikan setelah dituntut 8 tahun oleh jaksa Fransiska Sitorus dalam persidangan yang digelar, Selasa (22/11/2022).

"Saya mohon dihukum seringan-ringannya, saya menyesal," kata terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dari Posbakum PN Simalungun.

Uji dipersalahkan jaksa melanggar pasal 81 (2) UU RI No 17/2016 tentang penetapan PERPPU No.1/2016 tentang perubahan kedua UU Nom2003 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda Rp.80 juga. Jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan.

Menurut jaksa, terdakwa Uji terbukti menyetubuhi korban inisial R (15). Keduanya bekerja di salah satu warung bakso di jalan Merdeka Kelurahan Serbelawan Kecamatan Dolok Batu Nanggar.

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa didalam kamar warung bakso tersebut pada Kamis, 2 Juni 2022 sekira pukul 01.00 wib tengah malam.

Sebelumnya pukul 23.00 wib, korban minta tolong agar terdakwa membantunya membersihkan jendela kamar.

Setelah korban mandi langsung tidur karena kelelahan, pintu kamar tidak dikunci. Terdakwa yang sudah mempunyai hasrat dan suka dengan korban langsung memanfaatkan situasi tersebut.

Saat korban tertidur, terdakwa menyetubuhinya. Korban terbangun dan melihat terdakwa sudah ada disampingnya dan mengatakan "khilaf".

Korban merasa keberatan karena ia masih berstatus pelajar. Terdakwa dianggap telah merusak masa depan korban meski menyatakan akan bertanggungjawab.

Perbuatan terdakwa sesuai visum yang dibuat oleh dokter.

Untuk pembacaan putusan, persidangan dipimpin hakim Anggreana ER Sormin dinyatakan ditunda hingga Senin 28 November 2022.